Produktivitas Kentang Kerinci Naik 8,76 Persen, Kementan Dorong Perluasan Pasar dan Hilirisasi

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Kerinci

Produktivitas kentang di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, pada 2025 tercatat meningkat sebesar 8,76 persen, yang berdampak pada kenaikan produksi dan pasokan ke pasar. Menyikapi capaian tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong perluasan akses pasar serta penguatan hilirisasi agar peningkatan produksi di tingkat petani dapat diiringi dengan kenaikan nilai tambah dan pendapatan.

Berdasarkan data Statistik Pertanian Hortikultura per 29 Januari 2026, produktivitas panen kentang Kerinci meningkat dari 16,7 ton per hektare pada 2024 menjadi 18,2 ton per hektare pada 2025. Kondisi iklim yang relatif mendukung sepanjang musim tanam 2025 turut berkontribusi terhadap keberhasilan budidaya kentang dan mendorong terjadinya panen raya di sejumlah sentra produksi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci Radium Halis mengatakan Kerinci merupakan salah satu sentra kentang utama di Provinsi Jambi, bahkan di wilayah daratan Sumatera. Produksi kentang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kayu Aro Barat, Gunung Tujuh, Kayu Aro, dan Gunung Kerinci.

“Sepanjang 2025, produksi kentang Kerinci mencapai 131.387 ton dengan luas panen sekitar 7.212 hektare. Kami bersyukur produktivitas hasil panen saat ini cukup baik,”kata Halis dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 Februari 2026.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mengupayakan perluasan akses pasar antardaerah guna menjaga stabilitas harga agar tetap menguntungkan petani. Selain itu, Pemkab Kerinci juga menjalin kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pelaku usaha kentang nasional untuk pengembangan kawasan sentra kentang Kerinci.

Di sisi hulu, Dinas Pertanian Kabupaten Kerinci bersama Kementerian Pertanian juga tengah mengembangkan planlet kentang di Balai Benih Induk Kentang Kayu Aro.

“Balai tersebut nantinya akan memproduksi benih kentang kelas G-nol yang akan dibagikan kepada petani penangkar sebagai bagian dari penguatan produksi hulu,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Muhammad Agung Sunusi menyampaikan bahwa produksi kentang nasional, khususnya kentang sayur varietas granola, saat ini berada dalam kondisi sangat mencukupi.

Berdasarkan catatan statistik sementara, produksi kentang nasional kumulatif sepanjang 2025 mencapai 1.235.939 tondengan luas panen 67.758 hektare. Sentra produksi tersebar di berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Sulawesi Utara.

“Sebagian besar produksi didominasi kentang sayur varietas granola. Untuk jenis ini, produksi nasional sudah sangat mencukupi kebutuhan,”ungkap Agung.

Menurutnya, Kementan mendorong pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk melakukan berbagai terobosan guna menjaga stabilitas produksi dan harga. Langkah tersebut antara lain melalui pemberdayaan BUMD, penguatan jejaring pelaku usaha, diversifikasi produk olahan berbasis kentang, serta kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis.

“Perluasan pasar dan hilirisasi menjadi langkah konkret untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus membantu kesejahteraan petani kentang. Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan,”ucapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya hilirisasi komoditas pertanian lokal sebagai kunci transformasi sektor pertanian nasional.

“Hilirisasi adalah kunci transformasi pertanian. Dengan komitmen kuat, dalam 10 tahun ke depan Indonesia berpeluang menjadi negara superpower,”ujar Mentan Amran.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mesir Minta Semua Pihak Menahan Diri Jelang Dibukanya Perbatasan Rafah
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
TVRI gelar "Kick Off Piala Dunia 2026" di Bulungan
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Siapa Keluarga Denada yang Sayang Banget kepada Ressa? Sampai Kasih Warisan meski Statusnya Kini Tak Jelas
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Sosok Pilihan Trump Jadi Bos Baru The Fed Gantikan Powell
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Menag Nasaruddin Soroti Dinamika di Internal NU Saat Harlah Ke-100
• 23 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.