Habiburokhman: Narasi Polri di Bawah Kementerian Lemahkan Presiden Prabowo

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengatakan narasi mengenai posisi Polri di bawah kementerian sengaja dibuat untuk melemahkan Presiden Prabowo Subianto. Habiburokhman menilai narasi itu dibuat oleh pihak yang pernah berseberangan dengan Prabowo.

"Bisa jadi narasi Polri di bawah kementerian merupakan narasi yang sengaja dibuat untuk melemahkan Presiden Prabowo dan juga negara Indonesia," kata Habiburokhman dalam keterangannya, Minggu (1/2).

BACA JUGA: Hasil Survei CISA: 81,2 Persen Masyarakat Tolak Polri di Bawah Kementerian

Menurut Habiburokhman, jika Polri tidak dikendalikan langsung oleh Presiden, maka kekuatan presiden akan berkurang. Selain itu, kata dia, rantai komandoakan jadi lebih panjang.

"Kalau Polri tidak dikendalikan langsung oleh Presiden, maka kekuasaan Presiden menjadi berkurang signifikan dan rantai komando menjadi jauh lebih panjang. Akan lebih sulit bagi Presiden Prabowo menyampaikan arah kebijakan kepolisian," ucap dia.

BACA JUGA: Tokoh Muba Dukung Polri di Bawah Presiden, AKBP Ruri: Ini Tambahan Energi Bagi Kami

"Tak heran kalau narasi Polri di bawah kementerian bukan dihembuskan oleh para pendukung Presiden Prabowo yang tulus ingin menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo, tetapi oleh mereka yang selama ini atau setidaknya pernah berseberangan dengan Presiden Prabowo. Narasi tersebut juga ahistoris dan sesat," imbuhnya.

Habiburokhman mengatakan posisi Polri di bahwa presiden saat ini adalah amanat dari reformasi. Dia menyebut ketetapan mengenai posisi Polri tersebut juga sebagai koreksi terhadap praktik di masa lalu.

BACA JUGA: Gelar Raker, Rampai Nusantara Bahas Kerja Sosial hingga Tegaskan Dukungan Polri di Bawah Presiden

"Dikatakan ahistoris karena justru posisi Polri di bawah Presiden seperti saat ini merupakan komitmen reformasi yang secara persis tertuang di Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 dan TAP MPR Nomor VII/MPR/2000. Hal ini merupakan hasil rumusan para pemimpin kita di awal era reformasi sebagai bentuk koreksi terhadap praktik di masa sebelumnya di mana Polri berstatus sekedar aparatus represif kekuasaan," kata dia.

Habiburokhman mengatakan narasi Polri di bahwa kementerian itu sesat dan tidak relevan dengan solusi yang ditawarkan oleh pembuat narasi.

"Dikatakan narasi sesat karena tidak ada relevansi antara hal-ihwal yang dipersoalkan dengan solusi yang ditawarkan. Yang banyak dipersoalkan adalah kultur oknum yang kerap melakukan pelanggaran, tapi solusi yang ditawarkan adalah reposisi menjadi di bawah kementerian," ucap dia. (cuy/jpnn)

 


Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... PB SEMMI Tegaskan Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Profil dan Perjalanan Karier Nurul Akmal, Lifter Putri Asal Aceh yang Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu
• 6 jam laludisway.id
thumb
Jerman Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Plt Ketua Golkar Sulsel Tekankan Konsolidasi, Kuatkan Akar Rumput di Takalar, Pinrang, dan Soppeng
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Kelab Malam Onyx di CPI Beroperasi Tanpa Izin
• 22 jam lalucelebesmedia.id
thumb
BBM di Shell, BP, dan Vivo Turun Harga Lagi per 1 Februari 2026
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.