Liputan6.com, Jakarta - Integrasi program MBG atau Makan Bergizi Gratis dengan potensi pangan lokal dan inisiatif strategis pemerintah seperti, Peternakan Ayam Merah Putih dari Kementerian Pertanian (Kementan)merupakan langkah krusial untuk menjamin keberlanjutan fiskal MBG.
Tidak sampai di sana, integrasi ini sekaligus mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Hal itu seperti disampaikan Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin. Dia memberikan masukan terkait implementasi MBG yang sudah berjalan 1 tahun.
Advertisement
"Dengan mengandalkan rantai pasok dari peternakan rakyat dan komoditas pangan lokal, program ini tidak hanya memastikan pemenuhan standar gizi nasional, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal secara inklusif dan bertahap melalui sinergi kebijakan yang lebih efisien," ujar Wijayanto melalui keterangan tertulis, Minggu (1/2/2026).
"Menurut saya MBG ini suatu ide yang revolusioner, meski dalam tataran implementasi masih perlu evaluasi," sambung dia.
Selain itu, Wijayanto juga melihat MBG mampu mendorong ekonomi nasional. Namun menurutnya perlu kajian lebih lanjut untuk mengetahui potensi dampak maksimal dari program MBG ini kedepannya.
Dia menyebut, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang lebih mudah diakses, segar, dan harganya relatif stabil akan menjamin keberlanjutan jalannya program ini.
"Apabila implementasi di tingkat lokal mampu dilakukan secara masif, terukur, dan tertarget, tingkat kesuksesan program untuk mencapai hasil yang diinginkan bisa lebih terpenuhi," papar Wijayanto.



