FAJAR, MAKASSAR – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukkan keseriusan dalam memperkuat basis massanya di Sulawesi Selatan (Sulsel). Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menyebut Sulsel sebagai “tanah pejuang”yang melahirkan petarung-petarung tangguh, sehingga menjadi wilayah strategis bagi perjuangan politik partai.
Bergabungnya sejumlah tokoh lokal, termasuk penyebutan nama RMS (Rusdi Masse), diharapkan menjadi magnet bagi putra-putri daerah lainnya untuk ikut serta. Grace menekankan bahwa PSI adalah “rumah bersama” yang membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin berjuang menggunakan politik untuk kebaikan.
“Dukungan besar terus bergelombang masuk, karena itu pengurus harus memastikan adanya wadah struktur hingga level paling bawah agar dukungan dari tokoh-tokoh besar ini tidak sia-sia,” ujar Grace di sela-sela Rakernas PSI di Makasssar (31/01/2026).
Selain merekrut tokoh lokal, PSI di Sulsel juga ditekankan untuk terus memegang prinsip keterwakilan perempuan. Sehingga, dalam struktur KSB (ketua, sekretaris, dan bendahara) harus ada Perempuan.
Grace menegaskan bahwa perempuan adalah bagian penting dari perjuangan PSI sejak awal dan harus ditempatkan pada posisi strategis di pusat, bukan sekadar pelengkap di pinggiran.
Dengan semangat juang khas Sulawesi Selatan, kata dia, PSI optimis dapat mengonversi gelombang dukungan tokoh daerah menjadi kekuatan struktur yang nyata. (wid/*)




