Desain Fesyen Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan, Transformasi Ekonomi Kreatif Nasional

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Pakaian dalam fesyen adalah benda yang paling dekat dengan tubuh manusia, namun sering kali dan jarang dipikirkan dengan secara mendalam.

Baju tersebut digunakan setiap hari, menyertai aktivitas sosial, pekerjaan, dan juga peristiwa penting dalam kehidupan, tapi tetap diperlakukan sebagai sesuatu yang mudah diganti dan dilupakan.

Advertisement

BACA JUGA: Tekan Sampah dan Sisa Pangan, Pemprov Jabar Didorong jadi Percontohan untuk Indonesia

Dibalik kebiasaan berpakaian tersebut, tersimpan persoalan yang lebih besar tentang bagaimana kita memakai desain, nilai guna, dan juga keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks ekonomi kreatif Indonesia, fesyen menepati posisi strategis. Sektor tersebut tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, tetapi juga menjadi medium ekspresi budaya dan identitas bangsa.

Namun, tantangan yang terjadi di industri fresyen, bukan hanya semata-mata soal daya saing global atau inovasi visual. tetapi bagaimana desain busana dapat berkontribusi secara berkelanjutan bagi masyarakat dan masa depan ekonomi kreatif nasional.

Keberlanjutan dalam desain busana sering kali diartikan secara sempit bagaimana persoalan bahan atau teknologi produksi, secara lain keberlanjutan juga sangat ditentukan bagaimana sebuah pakaian dirancang untuk digunakan, dirawat, dan juga dipertahankan untuk jangka panjang.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep slow fashion, yang menekankan perubahan relasi antara manusia dan pakaian. Berdasarkan Kate Flatcher (2010), menjelaskan bahwa fesyen berkelanjutan menuntut pergeseran cara pandang diri konsumsi cepat menuju hubungan yang lebih sadar, personal, dan juga bertanggung jawab terhadap pakaian yang dikenakan. Dilansir dari Antara, Selasa 27 Januari 2026.

Pakaian tidak lagi dilihat sebagai produk sesaat, tetapi sebagai bagian dari kehidupan yang memiliki nilai guna dan juga makna berkelanjutan. Indonesia, sesungguhnya memiliki landasan budaya yang kuat untuk mengembangkan pendekatan tersebut.

Dalam tradisi busana Nusantara, pakaian batik tidak dirancang untuk penggunaan singkat. Kain batik, tenun, dan songket dibuat dengan ketelitian yang sangat tinggi, digunakan berkali-kali, dan juga sering kali diwariskan lintas generasi.

Hanya saja, dinamika industri fesyen modern membawa tantangan tersendiri, arus tren global yang bergerak cepat mendorong perubahan selera dan kebiasaan berpakaian, dan pakaian semakin diposisikan sebagai penanda gaya sesaat, bukan hanya benda yang dirancang untuk bertahan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bhayangkara FC Mampu Tekuk Malut United di Ternate, Sebuah Janji Terwujud
• 20 jam lalumerahputih.com
thumb
Elche vs Barcelona: Barcelona Hajar Elche 3-1, Lamine Yamal Gemilang
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kasal Ungkap Pemerintah Lebanon Beri Penghargaan Terhadap Peran Kontingen Garuda di Misi MTF
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
PT Vopak Buka Suara soal Asap Kuning di Cilegon, Bukan Kebocoran Gas
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Ini Proyeksi IHSG pada Awal Februari 2026
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.