Sopir "Mikro" Mengeluh, Pemkot Manado Janjikan Integrasi

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara, akan membuat rute baru bagi para sopir angkutan kota alias mikro. Upaya ini adalah jawaban terhadap keluhan para sopir yang kehilangan pemasukan akibat kehadiran bus kota Trans Manado.

Dihubungi pada Minggu (1/2/2026), Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel membenarkan rencana ini. “Pemerintah kota lewat Dinas Perhubungan menawarkan konsep rute feeder bagi mikrolet ini,” ujarnya melalui pesan tertulis.

Karena tingkat keteknisan yang tinggi, Steaven belum dapat menjelaskan secara lebih detail. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Manado Jeffry Worang tidak bisa memberikan penjelasan mendetail karena tak memegang dokumen rencana integrasi transportasi pada hari libur.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pemerintah kota sudah memiliki konsep. Studi kelayakan juga telah dilaksanakan.

Sebelumnya, Senin (23/1/2026), Wali Kota Manado Andrei Angouw menyatakan pemerintah kota menjanjikan pembuatan tatanan yang akan mengintegrasikan mikro dengan Trans Manado. Kehadiran bus kota yang hingga kini mengisi dua trayek dalam kota itu merupakan proyek nasional Buy The Service dari Kementerian Perhubungan.

Integrasi ini, lanjut Andrei, akan menempatkan mikro sebagai angkutan pengumpan bagi bus yang melayani rute di jalan-jalan protokol kota. Mikro pun akan difokuskan membawa penumpang dari area permukiman dan pinggiran kota.

“Jadi, (dalam) sistem ini, mikrolet beroperasi di daerah pinggiran dan membawa penumpang ke terminal transportasi utama (bus) atau jalan utama. Nanti penumpang akan langsung naik ke BTM (bus Trans manado) menuju tujuannya,” kata Andrei.

Ia menambahkan, mobil-mobil mikro yang dilibatkan dalam sistem integrasi ini hanyalah yang masih layak jalan dan pakai. Di samping itu, beberapa sopir mikro akan direkrut menjadi sopir bus.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang mengatakan, segala jenis angkutan kota di kota itu tidak boleh saling meniadakan. Dia mengatakan, pemerintah juga tidak akan menghilangkan salah satu di antaranya.

Bus Trans Manado mulai resmi beroperasi di “Kota Tinutuan” pada 28 November 2025. Menurut keterangan resmi di situs Dinas Perhubungan Manado, ada 16 unit bus yang dioperasikan sejak pukul 05.00 hingga 21.00 Wita.

Baca JugaMikro dan Denyut Nadi Niaga di Pasar 45 Manado

Ada dua koridor yang diisi Trans Manado. Koridor 1 adalah Terminal Malalayang-Terminal Kalimas yang menghubungkan sisi utara dan selatan kota. Dengan waktu tunggu antarbus selama 15 menit 30 detik, rute ini melalui beberapa titik penting di pusat kota Manado, terutama di Boulevard Piere Tendean, Jalan Sam Ratulangi, dan Jalan Ahmad Yani.

Sementara itu, Koridor 2 menghubungkan Terminal Kalimas dengan Bandara Sam Ratulangi di sisi timur kota. Waktu tunggu antarbus lebih pendek, yaitu 14 menit 30 detik. Rute ini pun melayani daerah Mapanget yang direncanakan sebagai wilayah pembangunan baru kota.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, masyarakat menyambut kehadiran Trans Manado dengan antusias. Percakapan daring pun menunjukkan warga jengah dengan mikro yang selalu ngetem sehingga kedatangan dan keberangkatannya tak terprediksi. Kebiasaan ini juga menjadi penyebab macet, terutama di wilayah persimpangan Pasar 45.

Sebaliknya, para sopir mikro menentang kehadiran Trans Manado. Pertama, tarif bus lebih murah, yaitu Rp 5.400 selama 90 menit dibandingkan Rp 6.000 yang berlaku pada mikro. Terlebih lagi, kedua koridor yang dilewati Trans Manado sudah ramai diisi oleh mikro.

Baca JugaMikro, Transportasi yang Masih Menjadi Andalan Manado

Para sopir angkot pun berkali-kali menggelar aksi protes. Bahkan, beberapa kali terjadi insiden sopir mencegat bus yang sedang beroperasi sehingga bus tidak dapat melanjutkan layanan.

Terakhir, para sopir menggelar demonstrasi pada Kamis (29/1/2026) di kompleks Gedung DPRD Sulut. Koordinator aksi, Makarius Samodara, mengatakan, Trans Manado efektif mengurangi pendapatan para sopir secara signifikan.

Ia mencontohkan, pendapatan kotor yang biasanya Rp 400.000 per hari kini turun menjadi Rp 250.000. Itu pun harus dipotong biaya bahan bakar minyak dan setoran untuk pemilik mobil mikro. Potongan-potongan itu dinilai sangat besar sehingga para sopir bisa jadi hanya pulang dengan Rp 40.000 di kantong.

Para sopir mendesak agar layanan Trans Manado dihentikan secara permanen. “Dari keluhan kami, (dihentikan) selamanya sebenarnya. Tapi karena ada pertimbangan dari anggota dewan sekalian, nanti akan rapat. Keputusannya ada di rapat (itu),” kata Makarius.

Baca JugaMencari Jalan Tengah bagi Mikro dan Ojek Daring

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jebakan PowerPoint dan Seni Mengajar yang Hilang
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Saat Jokowi Siap Mati-matian dan Tangis Kaesang di Rakernas PSI
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Beasiswa Kuliah di Luar Negeri untuk Perempuan dan Ibu Rumah Tangga 2026
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Komisi XI: Tak Ada Pejabat Danantara-BP BUMN Akan Jabat Pimpinan OJK-BEI
• 21 jam laludetik.com
thumb
Tren Konsumen Beralih ke Produk Kecantikan Alami, Tinggalkan Bahan Kimia Sintetik
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.