Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani menegaskan lembaganya akan tetap menjaga independensi seiring rencana badan pengelola Investasi tersebut menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi rampung.
Rosan menjelaskan Danantara memiliki kewenangan untuk berinvestasi secara langsung maupun tidak langsung, sesuai dengan kebijakan internal, di berbagai kelas aset, baik aset publik maupun non-publik.
“Tentunya kita tetap akan independen,” ujarnya di sela acara Dialog Pelaku Pasar Modal di Kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu, 1 Februari 2026.
Ia menambahkan, Danantara juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh sebelum masuk ke pasar modal, termasuk menilai aspek valuasi atau pricing. Jika dinilai menarik dan sesuai kriteria investasi, Danantara terbuka untuk berpartisipasi.
"Jika dari segi pricing-nya ini bagus, ya tentunya Danantara akan masuk ke pasar modal," ucap Rosan. Penentuan besar kepemilikan saham dipelajari Mengenai rencana demutualisasi bursa, Danantara menegaskan akan mempelajari terlebih dahulu porsi kepemilikan saham yang akan diambil. Penentuan besaran kepemilikan tersebut, menurut Danantara, akan didasarkan pada kriteria investasi yang jelas dan terukur, sebagaimana praktik yang lazim diterapkan dalam setiap keputusan penanaman modal.
"Tentunya ada kriteria-kriteria yang harus dipenuhi pada saat kita berinvestasi," kata Rosan.
Baca Juga :
Keterlibatan Danantara dalam Demutualisasi BEI, Rosan: Kita Ikuti Prosesnya(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Danantara mencontohkan di berbagai lembaga investasi atau sovereign wealth fund (SWF) lainnya, umumnya terlibat sebagai pemegang saham, dengan porsi kepemilikan yang bervariasi. Rentangnya berkisar antara 15 persen hingga 30 persen.
"Bahkan di beberapa negara bisa lebih besar dari itu," lanjutnya.
Namun demikian, Danantara menekankan keterlibatan pemegang saham pasca-demutualisasi tidak hanya akan berasal dari Danantara semata, melainkan juga terbuka bagi sovereign wealth fund lainnya. Keterlibatan asing Rosan mengungkapkan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) juga dapat dimiliki oleh institusi asing setelah otoritas pasar modal menyelesaikan proses demutualisasi bursa. Menurutnya, skema tersebut merupakan praktik lazim di banyak negara, di mana kepemilikan bursa dipisahkan dari keanggotaan.
“Di banyak tempat memang seperti itu. Kepemilikan dan keanggotaan dipisahkan. Saat ini kan anggota dan pemilik masih tergabung, dan sebagian besar dimiliki oleh sekuritas. Karena itu dibuka agar tata kelolanya menjadi lebih baik dan lebih transparan,” ujarnya.
Rosan meyakini langkah tersebut akan mendapat respons positif dari pasar. Ia mengaku telah berdiskusi dengan sejumlah investor asing dalam beberapa hari terakhir, dan mayoritas memahami arah reformasi yang tengah dilakukan pemerintah serta otoritas pasar modal. Menurutnya, para investor memberikan sinyal positif, terutama terhadap rencana peningkatan free float saham menjadi 15 persen.
Namun demikian, Rosan menyampaikan adanya masukan lanjutan dari investor asing terkait aspek keterbukaan data kepemilikan saham. Saat ini, kewajiban keterbukaan investor berlaku untuk kepemilikan di atas lima persen. Investor asing, kata Rosan, menilai ambang batas tersebut masih terlalu tinggi dan sebaiknya diturunkan.
“Mereka mengusulkan agar threshold keterbukaan diturunkan. Di beberapa negara seperti India, batasnya satu persen, di negara lain dua atau satu persen. Mereka ingin level keterbukaan kita setara dengan negara-negara tersebut,” jelasnya.
Menurut Rosan, selama ini fokus kebijakan lebih banyak pada peningkatan free float ke pasar hingga 15 persen, sementara aspek keterbukaan kepemilikan belum cukup kuat. Ia menyebut telah menyampaikan masukan tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI agar ambang keterbukaan kepemilikan dapat diturunkan ke kisaran satu hingga dua persen.
“Dengan tingkat keterbukaan yang lebih rendah, maka praktik penciptaan harga yang tidak sehat akan semakin sulit dilakukan. Karena investornya terbuka, kalau ada tindakan tertentu pasti akan terdeteksi,” pungkasnya.


