Berjalan di Antara Tumpukan Sampah dan Juntaian Kabel di Ciputat Tangsel

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Langkah Kasadi nyaris tak pernah benar-benar tenang saat menyusuri trotoar di Jalan Kertamukti, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Tepatnya, trotoar di sepanjang lapangan bola sebelah Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah.

Setiap hari, pria paruh baya itu melintas di jalur yang sama, tempat kabel menjuntai rendah dan tumpukan sampah kerap menutup ruang pejalan kaki. Baginya, kondisi itu bukan sekadar mengganggu, tapi juga membahayakan.

“Ganggu lah,” kata Kasadi pada kumparan di lokasi pada Minggu (1/2) sore.

Gangguan itu bukan sekali dua kali ia rasakan. Kabel yang menjuntai hingga ke bawah pernah membuatnya tersandung.

“Kadang-kadang sering keserimpet, saya pernah jatuh. Enggak sekali, sering saya,” ujarnya.

Kabel tersebut, menurut Kasadi, tidak hanya menggantung di atas kepala, tapi benar-benar berada di bawah dan sulit terlihat.

“Enggak kelihatan kabelnya,” katanya.

Kasadi mengaku setiap hari melewati lokasi itu untuk memulung botol bekas. Selain kabel, tumpukan sampah di trotoar juga membuat langkahnya terhambat. Bahkan, sering kali orang tidak bisa lewat karena jalur pejalan kaki tertutup sampah.

“Sampahnya ya gitu kadang-kadang sampe numpuk (di atas trotoar, bukan hanya di pinggir jalan), itu lewat aja susah. Enggak lewat,” tuturnya.

Kondisi ini, kata Kasadi, sudah berlangsung lama.

“Sekitar setengah tahunan lah,” ucapnya.

Harapannya sederhana, “Ya biar bersih lah.”

Pantauan kumparan di lokasi, memang terdapat sejumlah titik di mana kabel terlihat menjuntai. Variatif, karena ada yang setinggi kepala orang dewasa hingga setara bangku-bangku yang tersedia di trotoar.

Sampah-sampah menumpuk di bagian jalan saja, menyisakan sedikit ruang pejalan kaki untuk berjalan.

Di titik yang sama, Nawiri (60) menjalani rutinitas tak jauh berbeda. Setiap hari, pria yang telah mengangkut sampah sejak 1996 itu mendorong gerobaknya menyusuri lingkungan RT 3, Legoso Utara, Ciputat Timur.

Ia adalah petugas pengangkut sampah yang bertugas mengumpulkan sampah rumah tangga warga sebelum diangkut pemerintah daerah di trotoar tersebut.

Menurut Nawiri, tumpukan sampah di pinggir jalan dan trotoar merupakan bagian dari sistem yang sudah berjalan.

“Emang naruhnya di sini, entar pagi diangkut Pemda. Ini kan Pemda yang mau. Pemda yang ngangkut. Saya dari warga ke sini,” katanya.

Ia menjelaskan, mobil pengangkut sampah tidak bisa masuk ke dalam permukiman, sehingga sampah dikumpulkan di titik tersebut.

“Saya dari dalem (kawasan rumah warga). Kalau mobil kan masuk-masuk enggak bisa,” ujarnya.

Nawiri menyebut sampah biasanya mulai ditaruh sejak siang hingga sore.

“Jam segini enggak apa-apa. Entar pagi diangkut,” katanya.

Mobil pengangkut dari pemerintah daerah, menurut dia, datang sekitar pukul 4 pagi. Setelah diangkut, warga tidak diperbolehkan menaruh sampah lagi hingga sore hari.

“Iya, pokoknya kalau udah diangkut itu pagi jam-jam 7 tuh jamnya enggak boleh diangkut taruh dulu. Entar kalau udah jam segini, baru boleh gitu kan. Kalau dari pagi kan enggak enak kelamaan,” ucapnya.

Terkait keberadaan sampah di trotoar, Nawiri mengaku tidak merasa terganggu karena telah terbiasa berjibaku dengannya.

“Biasa aja,” katanya.

Ia menyebut, sebagian besar sampah di trotoar berasal dari warga yang memang membayar iuran melalui RT, sementara yang kerap menaruh sampah sembarangan justru orang luar yang melintas.

“Kalau warganya mah diambilin. Paling yang naruh (langsung) ini orang-orang luar,” ujarnya.

Sudah 30 tahun Nawiri bergelut dengan sampah. Bau, risiko kesehatan, hingga pandangan orang lain tak lagi ia hiraukan. “Ah udah biasa,” tandas dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Leo/Bagas Juara Thailand Masters 2026 Usai Kalahkan Raymond/Joaquin Dua Game Langsung
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Gayo Lues Masih Banyak Endapan Tanah hingga Batu Besar Sisa Banjir, Ekskavator Kembali Ditambah
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Leo/Bagas Kembali Kibarkan Merah Putih di Thailand Master 2026 Setelah Korea Open 2024
• 2 jam lalumerahputih.com
thumb
Gubernur Kaltara akan adakan nobar Piala Dunia 2026
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Istana Ungkap Tokoh yang Bertemu Prabowo Jumat Malam: Siti Zuhro-Susno Duadji
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.