BPOM Tegaskan Susu Formula Selain Produk Nestle Tetap Aman Dikonsumsi

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - BPOM memastikan susu formula bayi di Indonesia aman dikonsumsi, selain satu produk impor tertentu dari Nestlé yang ditarik dari peredaran. 

Artinya, produk susu formula bayi lainnya yang beredar di Indonesia tidak terdampak penarikan dan tetap dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Penarikan Terbatas Hanya pada Satu Produk Nestle

Direktur Standarisasi Pangan Olahan BPOM Dwiana Andayani menegaskan bahwa penarikan susu formula bayi hanya berlaku untuk satu produk impor Nestle.

BPOM merespons notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan International Food Safety Authorities Network (INFOSAN) terkait peringatan keamanan pangan global.

BACA JUGA:Disorot Karena Kematian Lula Lahfah, BPOM Bakal Perketat Peredaran Whip Pink

Penyebab Penarikan: Potensi Cemaran Toksin Cereulide

Menurut laporan, penarikan produk formula bayi Nestlé di sejumlah negara dipicu oleh potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu. Produk yang terdampak merupakan S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan.

Rincian Produk yang Terdampak Penarikan

Produk susu formula bayi yang ditarik memiliki nomor izin edar ML 562209063696 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1. BPOM menegaskan bahwa penarikan ini sangat terbatas dan spesifik pada bets tertentu, bukan seluruh produk Nestlé.

Bahaya Toksin Cereulide bagi Kesehatan Bayi

Toksin cereulide merupakan racun yang diproduksi bakteri Bacillus cereus dan bersifat tahan panas, sehingga tidak dapat dinonaktifkan melalui penyeduhan air panas atau proses memasak biasa. Paparan toksin ini dapat menimbulkan gejala seperti muntah hebat, diare, dan kelesuan, umumnya dalam waktu 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi.

BACA JUGA:BPKN RI Dukung Langkah BPOM Ungkap Temuan Paparan Toksin pada Susu Formula Bayi Impor

Hasil Uji BPOM: Toksin Tidak Terdeteksi

Berdasarkan penelusuran data impor BPOM, dua bets produk susu formula tersebut memang masuk ke Indonesia. Namun, hasil pengujian BPOM menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi dengan batas kuantifikasi LoQ <0,20 µg/kg, sehingga risikonya dinilai sangat rendah.

BPOM Perintahkan Penghentian Distribusi dan Impor

Meski hasil uji menunjukkan aman, BPOM tetap memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi dan melakukan penghentian sementara impor produk tersebut. Secara paralel, Nestlé Indonesia melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) di bawah pengawasan BPOM.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hadapi Dewa United, Risto Mitrevski Tegaskan All Out untuk Persebaya
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Di Hadapan Kader Golkar Sulsel, Bupati Takalar Puji Kontribusi Legislator Hamka B Kady Membangun Daerah
• 49 menit laluharianfajar
thumb
Cuaca Jakarta Hari Ini 1 Februari 2026, BMKG: Hujan Ringan Sepanjang Hari
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Borneo FC vs PSIM 2-1, Pesut Etam Tekan Persib di Puncak Klasemen
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kemlu Pulangkan 36 WNI Korban Online Scam di Kamboja
• 21 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.