Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran menyebut Amerika Serikat tengah berupaya mendikte negaranya menjalankan aktivitas militer di wilayah perbatasan. Lantaran pengerahan militer AS di Teluk Persia.
Araghchi memperlihatkan gambar peta yang menandai Selat Hormuz, untuk menekankan kedekatan Iran dengan jalur perairan strategis tersebut.
“Beroperasi di lepas pantai kami, militer AS kini mencoba mendikte bagaimana Angkatan Bersenjata kami yang kuat harus melakukan latihan menembak di wilayah mereka sendiri,” ujar Abbas Araghchi seperti dilansir Antara, Minggu (1/2/2026).
Selain itu Araghchi mengecam Washington dan Uni Eropa yang menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.
“Inilah tingkat absurditas yang kini dihadapi dunia. Di kawasan kami, IRGC dikenal sebagai kekuatan yang disegani dan telah membuktikan diri di medan tempur melawan kelompok teroris maupun kekuatan militer yang melakukan invasi” ungkapnya.
Araghchi mengeklaim, IRGC sebagai pelindung perdamaian, sekaligus menjaga stabilitas di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Belakangan, Donald Trump Presiden Amerika Serikat menyerukan ancaman kepada Iran dengan mengirim armada perang. Sementara Iran akan menggelar latihan angkatan laut dengan tembakan langsung di Selat Hormuz, pekan depan. Ini dilakukan seiring meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran soal kemungkinan serangan AS. (ant/lea/ham)


