Reformasi Pasar Modal, BEI Bakal Lakukan Percepatan Pendalaman Pasar

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan akan melakukan percepatan pendalaman pasar sebagai bagian dari reformasi pasar modal. 

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan dalam konteks pendalaman pasar dari sisi demand, khususnya untuk mendatangkan lebih banyak investor global, BEI sudah menampung banyak concern dari beberapa index provider.

“Minggu lalu kami berkomunikasi dengan FTSE, dan besok kami akan berkomunikasi lagi dengan MSCI,” ujar Jeffrey, Minggu (1/2/2026).

Dia menuturkan Bursa akan meningkatkan keterbukaan atau disclosure yang sudah disampaikan ke publik melalui website BEI awal Januari ini. BEI juga menyampaikan akan meningkatkan disclosure kepemilikan saham secara granular, termasuk untuk data kepemilikan saham atau shareholder di bawah 5%, sehingga setara dengan bursa-bursa global lainnya. 

“Kami akan melaksanakan ini di awal Februari 2026,” ucapnya. 

Selain itu, lanjutnya, BEI bersama KSEI juga akan meningkatkan klasifikasi tipe investor dengan lebih detail, sehingga kejelasan atas investor yang bertransaksi di pasar modal Indonesia akan lebih jelas dan komprehensif. 

Baca Juga

  • OJK Komitmen Lanjutkan Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
  • Bos Danantara hingga OJK Merapat ke Bursa Sore Ini, Bahas Apa?
  • Strategi Friderica Mereformasi Bursa: Lindungi Investor Ritel hingga Berantas Saham Gorengan

Menurut Jeffrey, Bursa bersama SRO lainnya akan meningkatkan tipe investor dari yang saat ini sembilan kategori SID, akan disesuaikan dengan global best practice. Bursa akan menambahkan kategori lain dalam klasifikasi investor, sesuai dengan kategori yang diharapkan oleh MSCI. 

Tipe investor ini menurut Jeffrey akan mencakup klasifikasi seperti SWF, Private Equity, Investment Advisor, Discretionary Fund, dan lain-lain. 

Bursa juga menurutnya akan melakukan sosialisasi kepada pelaku pasar pekan ini dan meminta pelaku pasar, bank kustodian, dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan remapping atas kebutuhan klasifikasi investor tersebut. 

“Kami harapkan proses ini akan dapat diselesaikan paling lambat April 2026 sebelum timeline yang ditetapkan oleh MSCI,” ujar Jeffrey. 

Dia juga berujar BEI akan terus melakukan sosialisasi terkait perkembangan terkini dan langkah strategis yang diambil oleh BEI kepada seluruh pelaku pasar, baik domestik maupun foreign investor untuk memberikan kejelasan dan memberikan kepastian terhadap iklim investasi di pasar modal Indonesia. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Tetapkan Bahar bin Smith Tersangka Penganiayaan di Tangerang
• 8 jam laludetik.com
thumb
Gubernur Kepri Pimpin Kick Off Piala Dunia 2026, Ajak Warga Hidup Sehat dan Bersatu Lewat Sepak Bola
• 5 jam lalupantau.com
thumb
OJK Perketat Pengawasan, Selidiki Praktik Saham Gorengan hingga Influencer
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Tren Buruk Argentina, Kalah di Laga Pertama sebagai Juara Bertahan
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Dua Anak Meninggal Akibat Longsor Pengalengan Bandung
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.