Liputan6.com, Jakarta - Usai banjir bandang akhir November 2025 di Desa Matang Ketapang, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dikerahkan untuk melakukan pembersihan lokasi dan pengurasan sumur warga terdampak.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan warga kembali memiliki akses air bersih. Selain itu, langkah ini juga bertujuan mencegah munculnya penyakit akibat tercemarnya sumber air oleh lumpur, limbah, dan sampah sisa banjir.
Advertisement
Achmad Yani, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Aceh Utara, menjelaskan bahwa kondisi air bersih menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi warga setelah banjir surut. Banyak sumur warga tidak dapat digunakan karena airnya bercampur lumpur.
"Ketersediaan air bersih sangat krusial setelah banjir. Pengurasan sumur ini menjadi langkah penting agar warga bisa kembali menggunakan air dengan aman dan terhindar dari risiko penyakit," kata Achmad, melansir Antara, Selasa 27 Januari 2026.
Kehadiran relawan PMI memberikan harapan bagi warga yang terdampak banjir. Di tengah keterbatasan, bantuan tersebut membantu meringankan beban warga sekaligus mendukung pemulihan kebutuhan dasar, khususnya air bersih.
Sejumlah sumur warga sebelumnya tidak bisa dipakai karena terendam air bercampur lumpur, limbah, dan material lainnya. Hal ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, dan menjaga kebersihan.
Dengan adanya bantuan dari PMI, warga berharap ketersediaan air bersih dapat segera pulih sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal.


