Jakarta (ANTARA) - Personel TNI dan warga bersinergi mempercepat proses perbaikan jembatan-jembatan di Aceh agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari setelah banjir dan longsor yang meluluhlantakkan wilayah tersebut.
“Bersama masyarakat setempat para personel TNI bekerja tanpa henti untuk membuka kembali daerah-daerah yang terisolasi akibat bencana,” tulis laporan dari Tim Media Presiden di Jakarta, Minggu.
Sinergi tersebut dilakukan di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Sabtu (31/1). Para prajurit TNI bergotong royong dengan warga setempat mengangkut material dan mengecor fondasi jembatan.
Kegiatan serupa di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Bersama warga setempat, para prajurit TNI mengecor fondasi jembatan gantung.
Baca juga: Satgas: 3.248 huntara di Aceh sudah rampung dari kebutuhan 16.294 unit
Demikian juga di Desa Ara Bungong, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, para prajurit bahu-membahu dengan warga setempat membangun jembatan gantung. Mereka sedang menyelesaikan bagian fondasi jembatan itu.
Kebersamaan TNI dan masyarakat juga dalam pembangunan jembatan gantung di Desa Uyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues. Di lokasi itu, personel TNI gotong royong dengan masyarakat untuk mengangkut batu-batu fondasi serta menyiapkan lokasi fondasi jembatan.
Di Desa Batu Sumbang dan Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, pemasangan lantai jembatan gantung sedang dilakukan prajurit-prajurit TNI.
Selain itu, di Desa Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, para personel TNI dan masyarakat setempat berbaris sejajar membentuk barisan panjang. Mereka bahu-membahu mengoper ember berisi pasir untuk pembangunan jembatan gantung.
Di Desa Blangtemung, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, masyarakat setempat ramai-ramai membantu prajurit TNI memindahkan tiang besi untuk jembatan darurat.
Berkat kerja sama erat dengan masyarakat setempat, pembangunan jembatan dapat diselesaikan dengan cepat. Di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, pembangunan jembatan sudah hampir rampung. Para personel TNI menangani sisa-sisa material agar jembatan dapat dilalui masyarakat dengan aman dan nyaman.
TNI juga membantu perbaikan berbagai infrastruktur lainnya dalam rangka memulihkan kehidupan masyarakat pasca-bencana, seperti di Desa Jambak, Kecamatan Pante, Kabupaten Aceh Barat, alat berat milik Zeni TNI AD diturunkan untuk membangun tanggul dan memindahkan jalan yang hancur diterjang banjir.
Kehadiran TNI di masyarakat untuk mempercepat proses pemulihan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yakni negara harus hadir untuk rakyat dalam menghadapi masa sulit bersama-sama.
Baca juga: Pemerintah kembali terjunkan 396 nakes cadangan ke lokasi bencana Aceh
Baca juga: Kebut revitalisasi Gayo-Aceh Timur, pemerintah tambah dua alat berat
“Bersama masyarakat setempat para personel TNI bekerja tanpa henti untuk membuka kembali daerah-daerah yang terisolasi akibat bencana,” tulis laporan dari Tim Media Presiden di Jakarta, Minggu.
Sinergi tersebut dilakukan di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Sabtu (31/1). Para prajurit TNI bergotong royong dengan warga setempat mengangkut material dan mengecor fondasi jembatan.
Kegiatan serupa di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Bersama warga setempat, para prajurit TNI mengecor fondasi jembatan gantung.
Baca juga: Satgas: 3.248 huntara di Aceh sudah rampung dari kebutuhan 16.294 unit
Demikian juga di Desa Ara Bungong, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, para prajurit bahu-membahu dengan warga setempat membangun jembatan gantung. Mereka sedang menyelesaikan bagian fondasi jembatan itu.
Kebersamaan TNI dan masyarakat juga dalam pembangunan jembatan gantung di Desa Uyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues. Di lokasi itu, personel TNI gotong royong dengan masyarakat untuk mengangkut batu-batu fondasi serta menyiapkan lokasi fondasi jembatan.
Di Desa Batu Sumbang dan Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, pemasangan lantai jembatan gantung sedang dilakukan prajurit-prajurit TNI.
Selain itu, di Desa Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, para personel TNI dan masyarakat setempat berbaris sejajar membentuk barisan panjang. Mereka bahu-membahu mengoper ember berisi pasir untuk pembangunan jembatan gantung.
Di Desa Blangtemung, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, masyarakat setempat ramai-ramai membantu prajurit TNI memindahkan tiang besi untuk jembatan darurat.
Berkat kerja sama erat dengan masyarakat setempat, pembangunan jembatan dapat diselesaikan dengan cepat. Di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, pembangunan jembatan sudah hampir rampung. Para personel TNI menangani sisa-sisa material agar jembatan dapat dilalui masyarakat dengan aman dan nyaman.
TNI juga membantu perbaikan berbagai infrastruktur lainnya dalam rangka memulihkan kehidupan masyarakat pasca-bencana, seperti di Desa Jambak, Kecamatan Pante, Kabupaten Aceh Barat, alat berat milik Zeni TNI AD diturunkan untuk membangun tanggul dan memindahkan jalan yang hancur diterjang banjir.
Kehadiran TNI di masyarakat untuk mempercepat proses pemulihan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yakni negara harus hadir untuk rakyat dalam menghadapi masa sulit bersama-sama.
Baca juga: Pemerintah kembali terjunkan 396 nakes cadangan ke lokasi bencana Aceh
Baca juga: Kebut revitalisasi Gayo-Aceh Timur, pemerintah tambah dua alat berat


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485010/original/071690600_1769491613-peragaan-busana-diversity-of-indonesia-2714242.jpg.webp)


