Bakal Mati-matian Demi PSI, Jokowi Dinilai Mau Mengamankan Dinasti Politik

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai Joko Widodo (Jokowi) hanya ingin mengamankan dinasti politik Presiden ketujuh RI itu ketika mengaku ingin mati-matian bekerja untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sebab, kata Jamiluddin, kebesaran PSI pada akhirnya membuat putra Jokowi, Kaesang Pangarep serta Gibran Rakabuming Raka punya nilai tawar politik.

BACA JUGA: Jokowi Siap Blusukan Lagi Demi PSI, Begini Kalimatnya

"Janji kerja mati-matian Jokowi untuk membesarkan PSI bisa jadi hanya untuk memperkuat posisi kedua anaknya," kata dia melalui layanan pesan, Minggu (1/2).

Adapun, kata Jamaluddin, pernyataan Jokowi ingin mati-matian bekerja untuk PSI jelas membantu partai berlogo Gajah lolos ke parlemen pada Pileg 2029.

BACA JUGA: Menhan Sjafrie: 4.000 ASN di Jakarta Bakal Jadi Komcad

"Jokowi ingin totalitas untuk mengantarkan PSI ke Senayan," ujarnya.

Menurut Jamiluddin, posisi tawar Kaesang selaku Ketum PSI bakal menguat dan mengakar ketika partai tersebut lolos ke parlemen pada 2029.

BACA JUGA: Menhan Disebut Offside Lantaran Bicara Perombakan Direksi Himbara

"Kalau ini terwujud, posisi anaknya Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI akan semakin mapan, mengakar, dan tak tergoyahkan," ujar dia.

Selanjutnya, kata Jamiluddin, kekuatan PSI bersama Kaesang sebagai Ketum akan menopang dinasti politik yang sudah dibangun Jokowi melalui Gibran.

Melalui Pilpres 2029, ujar eks Dekan FIKOM ISIP itu, Jokowi ingin Gibran terus didorong mendampingi Prabowo Subianto.

Menurunnya, langkah mendorong Gibran menjadi pendamping Prabowo bisa dilakukan ketika PSI harus punya nilai tawar politik.

Jamiluddin mengatakan nilai tawar PSI harus ditunjukkan dengan meningkatkan status dari partai gurem ke menengah.

"Ya, untuk itu, Jokowi berjanji kerja mati-matian untuk PSI dan akan menjadi tokoh utama di segala aktivitas kampanye PSI ke depannya," ujar dia.

Jamiluddin mengatakan dinasti politik yang dibangun Jokowi bakal menguat ketika Gibran benar-benar mendampingi Prabowo pada 2029.

"Sebab, hal ini akan memudahkan bagi Jokowi untuk mengantarkan Gibran menjadi presiden pada Pilpres 2034," katanya. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Batas Free Float Saham di Dunia: Indonesia Naik ke 15%, Masih Tertinggal dari Standar MSCI?
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Munafri Arifuddin Pererat Kebersamaan Alumni Putih Abu-abu di Bazar Road to Reuni Angkatan 93
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Deddy Corbuzier Batalkan Bantuan untuk Penjual Es Gabus Viral, Ini Alasannya
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Warga Kritik Pramono yang Tak Bisa Tutup RDF, Sebut Itu Hanya Alasan
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Bursa Transfer: Juventus Akhirnya Selesaikan Perekrutan 2 Penyerang Baru, Randal Kolo Muani Masih Punya Peluang?
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.