Upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan terus digesa oleh jajaran Polres Kampar. Memasuki awal Februari, progres renovasi jembatan di Desa Lubuk Agung, Kecamatan XIII Koto Kampar, menunjukkan perkembangan signifikan dengan terpasangnya tiang-tiang penyangga utama, Minggu (1/2/2026).
Jembatan yang terletak di RT 001 RW 001 Dusun I ini merupakan akses vital dengan spesifikasi panjang 18 meter dan lebar 3,6 meter. Renovasi ini menjadi perhatian serius kepolisian guna memastikan konektivitas antarwilayah di Kecamatan XIII Koto Kampar tetap terjaga.
Hingga saat ini, tim pekerja telah berhasil menambah pemasangan empat buah tiang baru. Dengan penambahan ini, total tujuh tiang jembatan telah berdiri kokoh sebagai fondasi utama struktur penyeberangan.
"Saat ini, fokus pengerjaan berada pada tahap pengeboran besi plat bordes dan besi UMP 8. Material ini disiapkan sebagai rangka lantai serta penahan lantai jembatan agar memiliki daya tahan yang kuat untuk dilalui kendaraan," jelas Kapolres Kampar AKBP Boby Ramadhan Putra Sebayang, dalam keterangannya, Sabtu (1/2/2026).
Tidak hanya melakukan pengawasan, Satgas Darurat Jembatan yang diterjunkan Polres Kampar turut turun tangan langsung dalam proses mobilisasi material. Personel di lapangan bahu-membahu memindahkan material besi ke titik terdekat lokasi pengerjaan guna memangkas waktu distribusi dan mempercepat proses konstruksi.
Sinergi antara tim teknis dan Satgas kepolisian ini bertujuan agar target penyelesaian jembatan dapat tercapai tepat waktu. Kehadiran personel Polri di lokasi juga memastikan situasi Kamtibmas di sekitar area pembangunan tetap kondusif, sehingga para pekerja dapat beraktivitas dengan maksimal.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa setiap tahapan renovasi akan terus dipantau dan dilaporkan secara berkala kepada pimpinan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan memenuhi standar keselamatan bagi masyarakat yang nantinya akan menggunakan jembatan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pembangunan masih berlangsung dengan lancar di bawah pengawalan personel Polsek XIII Koto Kampar. Dengan selesainya jembatan ini nantinya, diharapkan roda ekonomi dan mobilitas sosial warga Desa Lubuk Agung dapat kembali normal dan lebih lancar dari sebelumnya.
Menjembatani Peradaban Menggapai Harapan
Kapolda Irjen Herry Heryawan menyampaikan kehadiran pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan keadilan akses dan konektivitas bagi seluruh lapisan masyarakat Riau. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mempercepat pemerataan akses di daerah terpencil.
"Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk pelaksanaan kegiatan kita kolaborasi dengan masyarakat. Polri hadir bergandengan tangan dengan Pemda-Pemda," ujar Irjen Herry Heryawan di Pekanbaru, Rabu (28/1).
Berdasarkan asesmen yang dilakukan tim Polda Riau, ditemukan fakta bahwa banyak wilayah yang terputus aksesnya akibat kondisi jembatan yang memprihatinkan. Sebagai respons cepat, Satgas ini akan menangani 26 titik jembatan yang tersebar di seluruh Provinsi Riau.
Rincian proyek tersebut meliputi, pembangunan baru 17 unit jembatan dengan total panjang mencapai 463 meter, dan renovasi/perbaikan 9 unit jembatan dengan total panjang 263 meter.
Menurut jenderal bintang dua tersebut, ada nilai keadilan yang sedang diperjuangkan. Ia menekankan bahwa anak-anak di pedalaman memiliki hak yang sama untuk bersekolah dengan aman, sebagaimana anak-anak di perkotaan yang memiliki akses mudah.
"Ada keadilan yang harus kita bangun di situ, bahwa saudara-saudara kita di daerah juga berhak memiliki dan merasakan fasilitas yang sama baiknya dengan tempat lain," tegasnya.
(mea/dwr)


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F31%2Fab107af19804206e782219ef22a2beb6-DIV_Penagih_Utang_2026_01_29_152314.jpeg)

