MerahPutih.com - Memasuki hari ke-67 pascabencana, Aceh kini berada pada fase pemulihan membutuhkan berbagai dukungan termasuk layanan Kesehatan.
Pada fase ini, tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat cukup kompleks, mulai dari risiko penyakit hingga pemulihan kondisi fisik dan mental warga terdampak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Dinas Kesehatan Aceh kembali menerjunkan 396 tenaga cadangan kesehatan (TCK) ke berbagai lokasi terdampak banjir dan longsor di tanah rencong.
"TCK Kemenkes bersama Dinkes Aceh yang diterjunkan hari ini berjumlah 396 nakes, bekerja hingga 14 hari ke depan, di delapan kabupaten/kota terdampak bencana," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Ferdiyus di Banda Aceh, Minggu (1/2).
Baca juga:
10 Ribu Mahasiswa Dikerahkan Pulihkan Dampak Banjir Sumatera, Terbanyak ke Aceh Tamiang
Ia mengatakan hal itu, dalam prosesi pelepasan tenaga cadangan kesehatan Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan Aceh Angkatan IV ke lokasi bencana di halaman parkir Meuligoe Gubernur Aceh di Banda Aceh.
Ia menjelaskan, sejak masa tanggap darurat bencana hingga hari ini, sudah lebih dari 1.200 tenaga kesehatan Kemenkes dan Dinkes Aceh diterjunkan ke kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh.
Dirinya mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah Aceh dan semua pihak yang telah mendukung kerja-kerja TCK di lapangan selama masa tanggap darurat dan pemulihan pasca-bencana ini.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dalam sambutan acara itu, dibacakan Asisten Keistimewaan dan Kesejahteraan Aceh Syakir mengapresiasi TCK Kemenkes bersama Dinkes Aceh atas dedikasi selama masa tanggap darurat dan pemulihan bencana.
“Apresiasi tinggi kami sampaikan kepada TCK Kemenkes RI atas dedikasi serta komitmennya membantu masyarakat pada masa tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana di Aceh,” katanya. (*)


