JAKARTA, DISWAY.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memilih langkah hati-hati dalam merespons isu penyebaran Virus Nipah yang belakangan mulai menjadi perhatian global.
Hingga saat ini, pemerintah memutuskan untuk tidak terburu-buru menutup pintu atau membatasi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.
BACA JUGA:Kebut Program Prioritas Prabowo-Gibran, Kemendagri Kumpulkan Pemerintah Daerah di Rakornas 2026 Besok
BACA JUGA:Tukar Poin Belanja Bisa Dapat Tiket Pesawat AirAsia, Ada Promo Cashback
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa kebijakan pembatasan pergerakan orang adalah keputusan besar yang memerlukan landasan kuat. Oleh karena itu, pihaknya masih menunggu lampu hijau atau arahan teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai otoritas medis tertinggi.
"Kalau dari Kemenkes sudah mengeluarkan peringatan tertentu kepada kami, nanti kita ambil langkah-langkah selanjutnya," ujar Ni Luh dalam keterangannya, Minggu 1 Februari 2026.
Menurut Ni Luh, keputusan yang diambil secara reaktif tanpa pertimbangan matang justru berisiko merugikan industri pariwisata yang sedang berjalan stabil. Ia menekankan pentingnya akurasi dalam setiap pengambilan keputusan di masa krusial seperti ini.
"Kami tak ingin salah mengambil langkah dalam menyikapi kemunculan Virus Nipah di luar negeri," tuturnya.
BACA JUGA:Jadi Tersangka Penganiayaan Anggota Banser, Habib Bahar Diperiksa 4 Februari
BACA JUGA:Awal Mula Kasus Bahar Bin Smith, Resmi Tersangka atas Dugaan Penganiayaan Anggota Banser
Selama belum ada instruksi darurat atau status bahaya dari sektor kesehatan, Kemenpar memastikan operasional pariwisata tetap berjalan normal tanpa ada pelarangan masuk bagi turis asing.
Meski belum ada pembatasan, bukan berarti pintu masuk negara lepas dari pengawasan. Ni Luh menjelaskan bahwa koordinasi di lapangan sudah berjalan, di mana Kemenkes melalui Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan telah memasang alat pemindai suhu (thermal scanner) di titik-titik vital, seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Langkah ini dinilai sebagai filter awal yang cukup efektif untuk saat ini tanpa perlu menghentikan arus kedatangan wisman.
"Itu dari Kemenkes sudah mengambil langkah-langkah, ya. Ada pemeriksaan suhu dan lain sebagainya," jelas Ni Luh.
BACA JUGA:Profil PT Vopak Terminal Merak di Cilegon, Perusahaan Diduga Penyebab Asap Kuning Bikin Warga Sesak Napas
- 1
- 2
- »




