Jakarta, VIVA – Nama Jeffrey Hendrik menjadi sorotan setelah disebut oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pernyataan Purbaya sampaikan secara langsung setelah rapat di Wisma Danantara, Jakarta pada Sabtu malam, 31 Januari 2026.
Purbaya menegaskan pemerintah tidak ikut campur dalam proses maupun agenda pertemuan dengan MSCI. BEI, kata Purbaya, memilih Pjs Dirut sesuai dengan prosedur di internal.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menegaskan pengumuman resmi dirut BEI baru pengganti Iman Racham dilakukan sebelum pembukaan perdagangan pasar pada Senin, 2 Februari 2026.
Saat ini, Jeffrey menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI sejak ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022. Jika benar sosok Dirut BEI baru adalah Jeffrey maka ia memiliki peran penting di tengah fase krusial pasar keuangan Indonesia.
Profil dan Rekam Jejak Jeffrey Hendrik
Rekam jejak Jeffrey di sektor keuangan terbilang panjang dan solid. Pasalnya, Jeffrey Hendrik bukan sosok baru di pasar modal Tanah Air.
Dikutip dari website BEI, ia mengawali karier di PT Zone Pratama pada tahun 1994 hingga 1996. Setelah itu, berkiprah di PT Transpacific Securindo sebagai Corporate Finance hingga 1999.
Namanya semakin dikenal saat menjabat Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas selama lebih dari dua dekade, dari 1999 hingga 2022. Jeffrey juga aktif di berbagai organisasi strategis, seperti Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI, pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), serta Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2021.
Sepak terjang Jeffrey tidak luput dari latar belakang pendidikan yang mentereng. Ia menamatkan Sarjana Ekonomi di Universitas Trisakti pada tahun 1995.




