Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sumut yang berlangsung pada hari Minggu (1/2) di Medan sempat ricuh sekitar pukul 14.40 WIB. Kericuhan itu terjadi di area pintu masuk hotel yang menjadi lokasi musda.
Setelah itu, kericuhan bergeser ke jalan depan hotel di Jalan Yos Sudarso. Dua kelompok berbaju kuning dengan lambang Golkar saling serang dengan sejumlah petasan, ada juga yang membawa bambu.
Sekretaris SC Musda, Muhammad Asril, mengatakan bahwa diduga penyebab kericuhan karena ditemukan peserta yang tidak terdaftar ikut dalam forum tersebut.
"Dalam forum itu enggak ribut. Jadi kalau kita masuk tahapan sidang paripurna, unsur-unsur di luar peserta kita minta untuk menyesuaikan diri. Kebetulan di dalam tadi itu ada yang bukan peserta daripada beliau kita minta untuk menyesuaikan diri," ucap Asril saat ditemui di lokasi, Minggu (1/2).
Asril mengatakan, dinamika dalam politik Golkar Sumut merupakan hal yang biasa. Ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang membantu mengawal dan memantau jalannya Musda XI Partai Golkar Sumut 2026.
"Saya pikir dinamika di Partai Golkar sangat luar biasa. Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut mengawal dan memantau jalannya Musda XI Partai Golkar Sumut 2026," ujar Asril.
Sementara itu, Kapolsek Medan Barat, Kompol Made Wira Suhendra, mengatakan pihaknya sudah melakukan pengamanan saat terjadi kericuhan dalam Musda XI Golkar Sumut. Ia mengatakan penjagaan dari personel polisi berjumlah sekitar 144 personel.
"Terkait dengan pengamanan keramaian tadi, kami dari pihak kepolisian berusaha untuk mengamankan agar kembali kondusif. Puji syukur, sudah kembali kondusif dan pelaksanaan Musda dapat berlangsung kembali," kata Made saat ditemui di lokasi Muda, Minggu (1/2).
Made mengatakan, kericuhan tersebut berlangsung selama 10 menit sebelum dilakukan pengamanan oleh pihak kepolisian.
Ia menyebutkan, untuk menghindari kericuhan serupa, pihak kepolisian menambahkan 47 personel Sabhara Polda Sumut dan 30 personel Brimob Polda Sumut.
"Jadi untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang lain, kami dari Polrestabes Medan juga minta perbantuan penambahan personel. Ada dua penambahan dari Brimob maupun dari Sabhara," imbuh Made.
Hingga kini, pantauan kumparan pada pukul 19.00 WIB, suasana lalu lintas imbas kericuhan sudah kembali berjalan normal.





