Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan intensitas kerja tinggi sepanjang 25 hingga 31 Januari 2026. Berbagai agenda strategis dijalankan untuk memperkuat pembangunan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga stabilitas ekonomi dan sosial.
Komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting, Kamis, 22 Januari 2026.
"Saya bertekad agar anak dari keluarga termiskin tidak menjadi miskin. Mereka harus diberi kesempatan yang sama. Oleh karena itu, saya telah membangun 166 sekolah rakyat dan akan membangun total 500 sekolah berasrama ini," ucap Presiden RI Prabowo Subianto, dikutip dari Instagram sekretariat.kabinet, Minggu 1 Februari 2026.
Usai lawatan luar negeri, Presiden Prabowo langsung menggelar rapat terbatas pada Minggu, 25 Januari 2026. Rapat ini membahas perkembangan program prioritas nasional, termasuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, ketahanan energi, kerja sama pendidikan tinggi, penertiban kawasan hutan, serta laporan kondisi perbankan, pertahanan, dan keamanan nasional.
Pada Selasa, 27 Januari 2026, Presiden memenuhi undangan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli untuk meninjau pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch II di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan. Program ini memberi pengalaman kerja bagi lulusan baru perguruan tinggi sekaligus menyediakan tenaga kerja berkualitas bagi dunia usaha. Peserta magang memperoleh gaji dari pemerintah setara upah minimum kabupaten atau kota lokasi penempatan. Pemerintah menargetkan kembali pembukaan program magang pada pertengahan 2026 dengan kapasitas minimal 100 ribu peserta.
Di hari yang sama, Presiden menerima kunjungan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita di Gedung Sekretariat Kabinet. Pertemuan membahas dukungan TNI terhadap program prioritas nasional, seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan Merah Putih, serta percepatan pemulihan Sumatra pascabencana banjir dan tanah longsor.
Kerja sama pendidikan internasional juga menjadi perhatian. Presiden memimpin rapat terbatas mengenai langkah konkret kolaborasi pendidikan tinggi Indonesia dan Inggris Raya. Rencana pembangunan sepuluh kampus bidang kesehatan dan STEM mendapat respons positif dari sejumlah universitas ternama Inggris, termasuk penguatan pertukaran mahasiswa dan dosen.
Rabu, 28 Januari 2026, Presiden melantik anggota Dewan Energi Nasional. Keanggotaan terdiri atas unsur pemerintah dan pemangku kepentingan guna memperkuat tata kelola energi nasional. Pada hari yang sama, Presiden memimpin rapat terbatas optimalisasi pengelolaan sumber daya mineral dan batu bara agar selaras dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 demi kemakmuran rakyat.
Malam harinya, Presiden menerima Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid. Pembahasan meliputi sertifikasi tanah hilang atau rusak akibat bencana, penertiban hak guna usaha, serta penyediaan lahan bagi sekolah dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Presiden juga menerima Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak untuk membahas infrastruktur strategis dan pelaksanaan program prioritas di provinsi tersebut.
Topik Sekolah Rakyat turut dibahas dalam pertemuan dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Program ini dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama dan dukungan lanjutan bagi lulusan, termasuk kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga kedinasan.
Percepatan pemulihan Aceh menjadi agenda penting. Presiden menerima Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan menyetujui pengembalian anggaran transfer ke daerah Aceh sekitar Rp1,7 triliun. Pemulihan mencakup pembangunan hunian sementara yang telah mencapai sekitar 4.000 unit, relokasi, serta bantuan perbaikan rumah warga terdampak bencana.
Pada Kamis, 29 Januari 2026, Presiden menghadiri diskusi bersama tokoh ekonomi nasional untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Di hari yang sama, pemerintah menyepakati target inflasi 2026 sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat. Persiapan Ramadan dan Idulfitri 2026 juga dibahas, termasuk stimulus transportasi dan bantuan pangan.
Masih pada Kamis, Presiden menyapa sekitar 300 pelajar SMK Negeri 9 Jakarta yang berkunjung ke Kantor Sekretariat Kabinet. Presiden mengapresiasi antusiasme generasi muda dalam mempelajari tata kelola pemerintahan.
Agenda pekan tersebut ditutup dengan penerimaan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Pemerintah merencanakan pembangunan 141.000 unit rumah susun bersubsidi di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Proyek ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, menyerap sekitar 80 ribu tenaga kerja, serta mempercepat perputaran ekonomi.
Berbagai agenda tersebut menegaskan fokus pemerintah pada pengembangan sumber daya manusia, pemulihan pascabencana, dan pemerataan kesejahteraan sebagai fondasi menuju Indonesia yang makmur dan berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews




