Kemendukbangga Tekankan Peran Keluarga Cegah Child Grooming

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Orang tua diminta ciptakan rumah aman dan komunikasi terbuka bagi anak.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan pentingnya peran keluarga dalam melindungi anak dari praktik child grooming, yakni manipulasi yang dilakukan pelaku untuk mendekati dan mengeksploitasi anak secara seksual.

Wakil Menteri Kemendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan ancaman ini semakin nyata di tengah meluasnya interaksi digital dan melemahnya fungsi perlindungan dalam keluarga.

“Child grooming merupakan bentuk manipulasi yang menyasar kerentanan anak dan remaja. Ini proses yang dilakukan pelaku untuk mengeksploitasi korban,” ujarnya, dikutip Minggu, 1 Februari 2026.

Orang Tua Jadi Benteng Pertama

Isyana menekankan, orang tua harus menjadi ruang aman bagi anak untuk bercerita tanpa rasa takut dihakimi. Komunikasi yang hangat dinilai penting agar anak berani menyampaikan pengalaman mencurigakan yang dialaminya.

Menurutnya, anak juga perlu diajarkan konsep bodily autonomy atau otoritas atas tubuh sendiri, termasuk pemahaman batasan siapa yang boleh melihat atau menyentuh bagian tubuh tertentu.

“Anak harus memahami bahwa tubuhnya adalah privasi yang harus dijaga. Ini penting agar mereka sadar ketika ada upaya pelanggaran batas,” katanya.

Peran Ayah dan Ibu dalam Pengawasan

Ia menjelaskan, peran ayah dan ibu saling melengkapi dalam pengasuhan. Ibu dinilai berperan membangun kedekatan emosional, sementara ayah menjaga wibawa dalam memberikan arahan dan perlindungan.

Orang tua juga diingatkan untuk mengurangi sikap menghakimi agar anak merasa nyaman membuka diri.

Penguatan Lewat Program Remaja dan Keluarga

Kemendukbangga/BKKBN, lanjut Isyana, memiliki program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang membekali remaja dengan edukasi kesehatan reproduksi, literasi digital, relasi sehat, dan perencanaan masa depan.

Selain itu, program Bina Keluarga Remaja (BKR) ditujukan untuk memperkuat kapasitas orang tua dalam pengasuhan, komunikasi efektif, serta deteksi dini risiko kekerasan seksual.

Isu child grooming kembali menjadi perhatian publik setelah aktris Aurelie Moremans merilis buku memoar berjudul "Broken Strings" yang mengisahkan pengalamannya sebagai korban praktik tersebut.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Maarten Paes ke Ajax, Aksi Heroiknya Bersama Timnas Indonesia Ikut Jadi Pertimbangan
• 17 jam lalubola.com
thumb
Prabowo Bertemu Tokoh "Oposisi", Keterbukaan pada Kritik Diharap Berlanjut
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Blak-Blakan! Pakar Soal Kejanggalan Dewan Perdamaian yang Didirikan AS: Indonesia Lebih Baik Keluar
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Daftar Harga BBM Nonsubsidi per 1 Februari 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP-AKR Kompak Turun Jelang Ramadhan
• 15 jam laludisway.id
thumb
Purbaya Yakin Goreng-Goreng Saham Berkurang, Dorong Dapen dan Asuransi Investasi
• 13 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.