Banda Aceh: Sebanyak 112 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak di wilayah terdampak bencana Kabupaten Bireuen, Aceh. Program ini bertujuan memberikan kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu pemulihan masyarakat pasca-bencana.
Dekan FMIPA USK, Taufik Fuadi Abidin, mengatakan mahasiswa yang diterjunkan tidak hanya berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), tetapi juga melibatkan mahasiswa lintas fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum. Enam dosen pendamping lapangan turut dilibatkan untuk mendampingi kegiatan di lokasi KKN.
“Sebanyak 112 mahasiswa kita lepas hari ini dengan enam dosen pendamping lapangan, masing-masing tiga dosen di setiap gampong. Mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang terdampak bencana menjelang bulan suci Ramadan," kata Taufik, Minggu, 1 Februari 2026.
Baca Juga :
Korban Banjir Bandang di Bireuen Cemas Tak Kebagian HuntapPara mahasiswa akan melaksanakan pengabdian selama 20 hari di dua gampong, yakni Gampong Reudeup dan Gampong Lembudee. Sejumlah program yang akan dijalankan antara lain penyediaan air bersih, kegiatan kebersihan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah terdampak banjir dan longsor.
Taufik mengingatkan mahasiswa untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Pasalnya, mereka akan ditempatkan langsung di wilayah bencana yang kondisinya belum sepenuhnya pulih.
"Mahasiswa diminta menjaga kesehatan serta mengutamakan keselamatan selama menjalankan program pengabdian," ujar Taufik.
Pelepasan mahasiswa KKN Berdampak di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK di Banda Aceh. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati
Taufik berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berpesan agar mahasiswa tetap menjaga semangat pengabdian serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran berharga dalam membangun empati, kepedulian sosial, dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.
“Meski kontribusinya terlihat kecil, kami percaya kehadiran mahasiswa dapat meringankan beban masyarakat terdampak. Inilah makna dari mahasiswa berdampak,” tandas Taufik.


