Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Bandung
Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Forkopimda dan TNI Angkatan Udara melaksanakan penebaran benih tanaman melalui metode udara (aeroseeding) menggunakan pesawat CASA C-212 milik Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh. Sebanyak 5,2 juta benih dengan berat hampir 8 ton ditebar untuk memperkuat vegetasi di wilayah rawan longsor.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan langkah ini dilakukan sebagai respons pascabencana longsor yang terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya di Kecamatan Arjasari.
“Penebaran benih tanaman ini kami lakukan bersama Forkopimda, TNI, Polri, dan DPRD sebagai upaya mitigasi bencana melalui penghijauan,” ujar Dadang, dikutip Minggu, 1 Februari 2026.
Sasar Lahan Rawan dan Sulit Dijangkau
Dadang menjelaskan bahwa terdapat tiga lokasi utama yang menjadi sasaran penebaran benih, yakni Desa Wargaluyu (Arjasari) seluas 123 hektare, Desa Tarumajaya (Kertasari) 137 hektare, dan Desa Girimulya (Pacet) 478 hektare. Selain itu, penebaran juga menyasar lahan kritis di wilayah perbatasan Kabupaten Bandung dengan Garut, Cianjur, Sumedang, dan Bandung Barat.
"Termasuk lahan-lahan kritis lainnya, berdasarkan hasil mapping sebelumnya di tiga wilayah tersebut yang sangat rawan. Termasuk daerah-daerah perbatasan yang tidak terjangkau kendaraan," katanya.
Lokasi tersebut, kata Dadang, dipilih berdasarkan pemetaan sebelumnya karena sulit dijangkau kendaraan darat dan berisiko tinggi terhadap erosi dan longsor.
Libatkan Siswa dan CSR, Tanpa APBD
Dadang menjelaskan, jutaan benih tersebut berasal dari gerakan pengumpulan biji tanaman yang melibatkan siswa dan orang tua murid di Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini juga didukung pembiayaan dari dana CSR sejumlah perusahaan dan BUMD, tanpa menggunakan APBD.
Dukungan TNI AU dan Penggunaan CASA C-212
Sementara itu, Komandan Lanud Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko mengatakan operasi aeroseeding dilakukan bersama Lanud Husein Sastranegara dengan dukungan kru delapan personel dari Skadron Udara 4.
Menurutnya, penggunaan pesawat CASA C-212 dipilih karena mampu menjangkau area yang tidak bisa diakses melalui jalur darat.
“Penebaran ini bertujuan memperkuat vegetasi untuk menyerap air dan mengurangi potensi longsor,” ujarnya.
Kegiatan ini disebut sebagai bentuk dukungan terhadap program penghijauan nasional sekaligus langkah konkret mitigasi bencana di daerah rawan. Dadang berharap metode aeroseeding ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Barat maupun Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews



