Jakarta, VIVA – Pemerintah bakal menambah pembangunan unit rumah sementara alias Huntara di wilayah Aceh Tamiang. Usai mendampingi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah titik di Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Satgas Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi Aceh, Safrizal ZA, bersama Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, langsung menggelar rapat komando teknis.
Dalam gelaran rapat tersebut dibahas beberapa hal terkait upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Aceh Tamiang, diantaranya terobosan dalam validasi data agar tidak menjadi faktor penghambat kemajuan pembangunan huntara.
"Data yang sudah diinventarisir proses validasnya langsung dikomparasikan dengan data riil lapangan, jangan saling tunggu menunggu, jelang ramadhan semua huntara sudah terbangun sehingga tidak ada di tenda-tenda pengungsian" kata Suharyanto dalam keterangannya, Minggu, 1 Februari 2026.
- Dokumentasi Hutama Karya.
Sementara itu Kaposwil Aceh Satgas PRR, Safrizal ZA, menyoroti langkah-langkah percepatan yang harus segera diambil. Upaya ini selain untuk menangani hunian masyarakat yang sudah tidak mungkin lagi ditinggali. Sehingga secara psikis sangat diperlukan, karena indikasi masyarakat sudah berada di titik jenuh bila menunggu lebih lama lagi.
"Terobosan-terobosan harus segera dikerjan Satgas sampai level bawah, pembangunan huntara bisa dilakukan secara insitu atau dilahan sendiri serta bisa yang sifatnya relokasi secara kolektif, libatkan kekuatan swasta dan pekerja lokal untuk sehingga mobilisasinya lebih mudah" ujar Safrizal.
Dalam forum juga terungkap bahwa masih terdapat titik pengungsian di Desa Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu, yang masih belum masuk dalam data memperoleh huntara.
Sebagaimana dilaporkan Camat Tamiang Kuala, M. Ilham mengatakan, terdapat 111 KK di Desa Rongoh yang masih belum masuk daftar huntara. Dimana sebanyak 53 KK masih tinggal ditenda pengungsian di perkebunan kelapa sawit, sedangkan 58 KK lainnya menumpang di rumah sanak saudara.
"Bersama Kepala BNPB yang juga Wasatgasnas PRR kami instruksikan penambahan 111 huntara di Desa Rongoh, Kecamatan Simpang Kuala, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kita untuk tidak melewatkan seorang pun, no one left behind" kata Safrizal.




