Pemerintah Bakal Tambah 111 Unit Rumah Huntara di Tamiang Hulu

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah bakal menambah pembangunan unit rumah sementara alias Huntara di wilayah Aceh Tamiang. Usai mendampingi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah titik di Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Satgas Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi Aceh, Safrizal ZA, bersama Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, langsung menggelar rapat komando teknis.

Dalam gelaran rapat tersebut dibahas beberapa hal terkait upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Aceh Tamiang, diantaranya terobosan dalam validasi data agar tidak menjadi faktor penghambat kemajuan pembangunan huntara.

Baca Juga :
PDIP Minta Anggaran MBG Dievaluasi, Dialihkan untuk Darurat Bencana
Rupiah Melemah, PDIP: Pemerintah Harus Cepat Atasi Ketidakpastian di Pasar Keuangan

"Data yang sudah diinventarisir proses validasnya langsung dikomparasikan dengan data riil lapangan, jangan saling tunggu menunggu, jelang ramadhan semua huntara sudah terbangun sehingga tidak ada di tenda-tenda pengungsian" kata Suharyanto dalam keterangannya, Minggu, 1 Februari 2026.

Pembangunan Huntara di Aceh.
Photo :
  • Dokumentasi Hutama Karya.

Sementara itu Kaposwil Aceh Satgas PRR, Safrizal ZA, menyoroti langkah-langkah percepatan yang harus segera diambil. Upaya ini selain untuk menangani hunian masyarakat yang sudah tidak mungkin lagi ditinggali. Sehingga secara psikis sangat diperlukan, karena indikasi masyarakat sudah berada di titik jenuh bila menunggu lebih lama lagi.

"Terobosan-terobosan harus segera dikerjan Satgas sampai level bawah, pembangunan huntara bisa dilakukan secara insitu atau dilahan sendiri serta  bisa yang sifatnya relokasi secara kolektif, libatkan kekuatan swasta dan pekerja lokal untuk sehingga mobilisasinya lebih mudah" ujar Safrizal.

Dalam forum juga terungkap bahwa masih terdapat titik pengungsian di Desa Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu, yang masih belum masuk dalam data memperoleh huntara.

Sebagaimana dilaporkan Camat Tamiang Kuala, M. Ilham mengatakan, terdapat 111 KK di Desa Rongoh yang masih belum masuk daftar huntara. Dimana sebanyak 53 KK masih tinggal ditenda pengungsian di perkebunan kelapa sawit, sedangkan 58 KK lainnya menumpang di rumah sanak saudara.

"Bersama Kepala BNPB yang juga Wasatgasnas PRR kami instruksikan penambahan 111 huntara di Desa Rongoh, Kecamatan Simpang Kuala, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kita untuk tidak melewatkan seorang pun, no one left behind" kata Safrizal.

Baca Juga :
Progres Capai 24 Persen, Pembangunan Huntara di Tiga Provinsi Sumatera Terus Dipercepat
Mensesneg Pastikan Pemerintah Tak Ikut Campur soal Mundurnya Iman Rachman dari Dirut BEI
Dijamin Layak Huni, Huntara di Aceh Timur Rampung dan Jembatan Mulai Dibangun

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Borneo FC Samarinda Jaga Asa Papan Atas, Tempel Persib Bandung Usai Kelahakan PSIM Yogyakarta
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Minta Kepala Daerah Bereskan Spanduk-Kabel yang Seliweran
• 42 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Menteri LH Imbau Dataran Tinggi Dijadikan Hutan untuk Cegah Longsor, Bukan Ditanami Palawija
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Naik Gunung Bukan FOMO, Kuasai Skill Pertolongan Pertama dalam Kondisi Darurat
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Katanya Gencatan Senjata tapi Israel Masih Saja Serang Gaza
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.