REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyiagakan pelayanan kesehatan 24 jam untuk korban banjir yang melanda wilayah tersebut dalam dua pekan terakhir. Tim medis telah diterjunkan ke sejumlah lokasi banjir di wilayah utara Kabupaten Bekasi, termasuk Babelan, Tarumajaya, dan Muaragembong.
Menurut Supriadinata, Sekretaris Dinkes Kabupaten Bekasi, pos-pos kesehatan telah dibentuk untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan. Selain itu, tim pemantau berkeliling melakukan penanganan kesehatan langsung kepada masyarakat terdampak.
Seluruh puskesmas di Kabupaten Bekasi diinstruksikan untuk beroperasi penuh selama 24 jam. Tim medis juga menerapkan sistem jemput bola dengan turun langsung ke lokasi banjir dan pengungsian. "Kami membagi tim menjadi lima kelompok dari empat hingga lima puskesmas untuk monitoring lapangan secara bergantian," ujar Supriadinata.
Banjir telah menyebabkan gangguan kesehatan seperti penyakit kulit dan gangguan saluran pernapasan. Masyarakat dihimbau untuk memastikan kebersihan air minum dan mewaspadai penyakit seperti leptospirosis dan penyakit kulit.
Kepala Puskesmas Muaragembong, dr Ridwan Meito Tomanyira, menambahkan bahwa layanan puskesmas keliling (pusling) telah menjangkau warga terdampak di desa-desa wilayah utara Kabupaten Bekasi. Dengan memanfaatkan perahu karet dari BPBD Kabupaten Bekasi, petugas medis dapat menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Penyakit yang sering dijumpai termasuk diare, gatal-gatal, dan infeksi saluran pernapasan akut. Kami membutuhkan dukungan tambahan obat, dan untuk kasus yang memerlukan penanganan lanjutan, dirujuk ke rumah sakit," kata dr Ridwan.
Data BPBD Kabupaten Bekasi per Minggu (1/2) menunjukkan bahwa banjir masih menggenangi 45 desa di 13 kecamatan dengan total 194 lokasi tergenang. Sebanyak 51.796 kepala keluarga terdampak, dengan 1.388 KK atau 4.508 jiwa mengungsi di 18 lokasi pengungsian yang disiagakan pemerintah daerah.