Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mewanti-wanti Amerika Serikat (AS) jika memulai serangan terhadap negaranya. Khamenei mengatakan serangan yang dilakukan AS bisa memicu perang regional.
"Amerika Serikat harus tahu bahwa jika mereka memulai perang, kali ini bisa menjadi perang regional," kata Khamenei seperti dilansir BBC, Senin (2/2/2026).
Donald Trump sebelumnya mengatakan Iran sedang dalam 'pembicaraan serius' dan ia berharap pembicaraan itu akan menghasilkan sesuatu yang 'bisa diterima'. Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan kepada CNN bahwa pihaknya meyakini dapat mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Teheran.
Trump telah mengancam akan ikut campur di Iran terkait ambisi nuklirnya dan setelah penindasan mematikan terhadap protes anti-pemerintah.
Pejabat keamanan teratas Iran, Ali Larijani, sebelumnya menyebut negosiasi sedang berkembang. Diketahui, AS telah mengirim kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan tersebut, dan akhir pekan lalu Komando Pusat AS menyebut kapal itu beroperasi di Laut Arab.
"(Trump) sering mengatakan bahwa dia mengirim kapal... Bangsa Iran tidak akan takut dengan hal-hal ini," tambah Khamenei.
Iran diperkirakan akan memulai latihan militer laut dengan tembakan langsung selama dua hari pada Minggu di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia dan rute kunci untuk pasokan energi. Namun, pada Minggu, dikutip dari Reuters seorang pejabat Iran yang mengatakan bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak memiliki rencana untuk mengadakan latihan semacam itu.
Diketahui Iran pernah mengancam akan menutup selat tersebut jika diserang. AS pun telah memperingatkan Iran agar tidak melakukan 'perilaku yang tak aman dan tidak profesional' di dekat pasukannya di wilayah tersebut.
"Militer AS kini berusaha mendikte bagaimana angkatan bersenjata kami yang kuat harus melakukan latihan menembak di wilayah mereka sendiri," ujar Araghchi.
(dwr/dwr)




