Investor Bitcoin (BTC) Mesti Waspada Pengangkatan Kevin Warsh, Ini Alasannya

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengangkatan Eks Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh sebagai ketua bank sentral dinilai akan menaikkan nilai tukar dolar, namun akan berdampak buruk terhadap harga dari Bitcoin (BTC).

Kemunculan Warsh langsung memicu reaksi pasar, khususnya dalam kalangan investor aset berisiko dan kripto dengan bitcoin yang anjlok hingga menyentuh US$77.000. Ia secara umum dipandang sebagai sosok yang akan menekan ekosistem kripto.

Baca Juga: Katanya Emas Digital, Harga Bitcoin (BTC) Malah Tertinggal Saat Reli Safe-haven Global

“Pasar melihat kebangkitan kembali pengaruhnya sebagai sentimen bearish bagi bitcoin,” kata Pendiri 10x Research, Markus Thielen.

Thielen mengatakan hal itu tidak terlepas dari sikap kepemimpinan dari Warsh. Ia dipandang menaruh perhatian pada disiplin moneter, suku bunga riil tinggi dan pengetatan likuiditas yang membuat kripto lebih dipandang sebagai aset spekulatif ketimbang lindung nilai terhadap pelemahan mata uang.

Profil Warsh saat krisis keuangan global beberapa dekade lalu turut memperkuat kekhawatiran pasar. Saat ekonomi global terancam deflasi, ia tetap fokus pada risiko inflasi.

Pada September 2008, Warsh menyatakan masih belum siap mengesampingkan kekhawatiran inflasi. Tujuh bulan kemudian, ketika inflasi inti hanya 0,8% dan pengangguran mencapai 9%, ia kembali menegaskan kekhawatiran terhadap risiko kenaikan inflasi.

Sejumlah pengamat menilai sikap hawkish tersebut justru memperburuk dampak krisis.

“Pendekatan seperti ini berpotensi menghasilkan pengangguran lebih tinggi, pemulihan lebih lambat, dan risiko deflasi yang lebih besar pada dekade 2010-an,” ujar Thielen.

Pencalonan Warsh juga dinilai ironis karena bertolak belakang dengan agenda reflasi pemerintah yang pro-pertumbuhan dan pro-aset berisiko, ditandai dengan penekanan terhadap pemangkasan suku bunga secara besar-besaran.

Baca Juga: Dibanding Bitcoin (BTC), Tether Nyatanya Lebih Pilih Investasi di Emas

Hingga pemerintah membuat keputusan resmi, rekam jejak hawkishnya diperkirakan akan terus menekan aset berisiko, sekaligus menopang penguatan dolar dalam jangka pendek.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Super League Hari Ini: Arema FC vs Persijap Jepara
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Pebulutangkis Indonesia Acak-acak Thailand Mesters 2026, Sah Jadi Juara Umum!
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
5 Zodiak Paling Ekstrover, Paling Jago Bersosialisasi dan Jadi Pusat Perhatian
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
TNI Bawa Perpustakaan Keliling ke Perbatasan RI
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Indonesia Sudah Kunci 3 Gelar Thailand Masters 2026, Ubed Bisa Sumbang Podium ke-4
• 17 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.