KSP apresiasi capaian Kementerian PKP, berhasil lampaui target RPJMN

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan (Kastaf) Muhammad Qodari mengapresiasi capaian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang berhasil melampaui target pembangunan perumahan sebagaimana tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Dalam keterangan di Jakarta, Minggu, Qodari menegaskan bahwa program perumahan rakyat bukan sekadar target angka dan proyek fisik, melainkan bagian dari ikhtiar besar pemerintah untuk menghadirkan keadilan sosial.

Menurutnya, rumah layak dan terjangkau adalah pintu masuk utama agar masyarakat kecil bisa hidup lebih aman, lebih sehat, dan lebih bermartabat, sehingga masyarakat bisa merasakan kehadiran negara.

"Kemarin pidatonya di Davos, salah satu kalimat inti dari Pak Prabowo. Apa beliau ingin apa? Sebagai Presiden yang diberikan amanah oleh para pemimpin Indonesia sebelumnya. Tugas pemimpin adalah membuat yang lemah dan miskin agar tersenyum iso ngguyu," ujar Qodari.

Ia menyebut seluruh program prioritas Presiden Prabowo Subianto pada dasarnya bermuara pada satu tujuan utama, memastikan rakyat kecil bisa hidup lebih layak, termasuk melalui kepastian hunian yang terjangkau dan berkualitas.

Hunian bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari kebutuhan dasar rakyat yang sangat menentukan kualitas hidup keluarga.

Lebih lanjut, Qodari menyampaikan berbagai program seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terus dipantau secara langsung, agar program berjalan sesuai target dan benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa target 2025 dalam RPJMN 2025-2029 yang mengacu pada Peraturan Menteri PKP Nomor 14 Tahun 2025 adalah 360.112 unit. Namun, realisasi program perumahan menunjukkan capaian yang jauh lebih tinggi.

Data ini menunjukkan pembangunan baru mencapai 579.403 unit, peningkatan kualitas 169.172 unit, dengan kontribusi dari berbagai skema termasuk APBN PKP, APBN non-PKP, pengembang, swadaya, hingga gotong royong.

"Kalau saya lihat data Pembangunan baru 579.403 (unit). Peningkatan kualitas 169.172 (unit). APBN PKP 716 (unit), APBN non PKP 10.926, pengembang 362.582, Swadaya 204.030, gotong-royong 1.149," ucapnya.

Ia menilai capaian total 748.575 unit merupakan hasil kerja kolektif dan terobosan pembiayaan yang tidak hanya bertumpu pada APBN, tetapi juga mengoptimalkan peluang pembiayaan lain.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Warga Tercebur Sumur Sedalam 3,5 Meter, BPBD: Korban Tak Tahu Ada Sumur Tertutup Asbes
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
6 Alasan Mengapa Garansi Bank Penting dalam Pengadaan Barang dan Jasa
• 13 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemerintah Kecam Serangan Israel ke Gaza: Pelanggaran Gencatan Senjata
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Bapanas Proyeksi Stok Beras Surplus 14,5 Juta Ton hingga Maret 2026
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Bisa Tembus Rp 500 Ribu Per Kilo, Inilah Ikan Dingkis, Menu Imlek Khas Kepri yang Dipercaya Bikin Hoki
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.