Bagi kamu yang tinggal di kawasan Batam atau Kepulauan Riau (Kepri), pasti sudah tak asing lagi dengan fenomena berburu ikan dingkis jelang Imlek. Ikan yang satu ini mendadak jadi incaran saat momen pergantian tahun China tiba.
Masyarakat Tionghoa di Kepri mempercayai bahwa menyantap ikan dingkis bersama keluarga besar saat malam Imlek adalah kunci pembuka pintu rezeki.
Lantas, apa sih istimewanya ikan ini sampai harganya bisa selangit?
Melansir dari laman kkp.go.id via Sajian Sedap, ikan dingkis sejatinya adalah nama lokal yang diberikan warga Kepulauan Riau untuk ikan baronang susu. Nama susu ini bukan sembarang nama, melainkan diambil dari karakteristik unik ikan tersebut. Jika bagian bawah tubuhnya ditekan, ia akan mengeluarkan cairan putih yang menyerupai susu.
Habitat asli ikan ini berada di kawasan terumbu karang yang kaya akan rumput laut dan lamun sebagai sumber makanan utamanya.
Lebih lanjut, dalam bahasa Mandarin, kata "ikan" dilafalkan sebagai "Yu" atau "Yoo". Bunyi ini terdengar sangat mirip dengan kata lain yang bermakna "keuntungan" atau "surplus". Masyarakat Tionghoa beranggapan jika makan ikan di hari Imlek, pasti akan memperoleh keberuntungan dalam setahun.
Ada satu syarat khusus agar ikan dingkis ini dianggap membawa keberuntungan maksimal, yaitu harus bertelur. Warga Tionghoa, khususnya di Batam dan Singapura, meyakini bahwa menyantap ikan dingkis yang perutnya penuh telur akan mendatangkan kebahagiaan dan rezeki yang melimpah ruah.
Mengenai harga, karena permintaannya tinggi, harga ikan dingkis saat Imlek bisa bikin dompet menjerit, loh. Jika pada hari biasa harga ikan dingkis atau baronang ini hanya berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram
Berbeda saat Imlek tiba, harga ikan dingkis bertelur saat Imlek bisa meroket tajam mencapai angka Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per kilogram.
Sebagai menu halal Imlek, ikan dingkis biasanya diolah dengan cara yang menonjolkan kesegaran dagingnya. Umumnya, ikan ini akan disajikan secara utuh satu ekor, tidak boleh dipotong-potong agar rezekinya tidak terputus.
Metode masaknya bisa dengan cara dibakar atau dikukus (steamed) dengan campuran kecap asin, jahe, dan taburan daun bawang yang melimpah. Menu ini bisa disajikan untuk tamu kehormatan.
Sebagai informasi tambahan, fenomena mahalnya ikan ini memang terjadi setahun sekali karena siklus bertelurnya yang bertepatan dengan arus pasang saat Imlek.
Secara fisik, ikan dingkis memiliki ciri khas kulit yang sedikit licin dan duri yang cukup tajam di punggungnya. Namun, dagingnya dikenal manis dan gurih, apalagi jika sedang musim bertelur.(*)
Artikel Asli


