Danantara Akui BEI Buka Peluang Investor Asing Jadi Pemegang Saham

kompas.tv
15 jam lalu
Cover Berita
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani (Sumber: Kompas.com/Dian Erika)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Rencana demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang baru bagi investor global. Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, menegaskan bahwa perusahaan asing berpotensi menjadi pemegang saham BEI setelah proses perubahan status kelembagaan tersebut rampung.

Menurut Rosan, keterlibatan investor asing dalam kepemilikan bursa bukanlah hal asing. Model serupa telah lebih dulu diterapkan di berbagai bursa efek dunia dan dinilai membawa perbaikan signifikan dalam tata kelola pasar modal.

"Ya memang itu emang di (bursa efek) lain seperti itu, jadi ini dipisahkan antara anggota dan kepemilikan, karena sekarang kan anggota dan kepemilikan itu gabung dimiliki oleh sebagian besar sekuritas-sekuritas. Nah, oleh sebab itu ini dibuka supaya lebih baik dan lebih transparan," ujar Rosan saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (1/2/2026) mengutip Antara.

Baca Juga: Bertemu Prabowo, Abraham Samad Bahas Cara Tingkatkan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia

Saat ini, pemerintah tengah mempercepat penyusunan regulasi demutualisasi BEI agar dapat diproses pada 2026. Langkah ini akan mengubah struktur kepemilikan BEI yang sebelumnya berbasis keanggotaan menjadi entitas korporasi yang memungkinkan kepemilikan oleh publik maupun pihak lain.

Demutualisasi sendiri bertujuan memisahkan peran anggota bursa sebagai pelaku pasar dengan pengelola bursa sebagai regulator mandiri. Pemisahan tersebut diharapkan dapat menekan potensi konflik kepentingan dan mendorong transparansi yang lebih kuat.

Rosan menambahkan, dalam praktik global, Sovereign Wealth Fund (SWF) di berbagai negara lazim memiliki porsi saham di bursa efek domestik. Oleh karena itu, masuknya lembaga investasi negara—baik domestik maupun asing—dipandang sebagai bagian dari tata kelola bursa modern.

Terkait peluang keterlibatan Danantara Indonesia, Rosan menegaskan belum ada keputusan final. Danantara akan melakukan kajian mendalam sebelum menentukan apakah akan berinvestasi dan berapa porsi kepemilikan yang akan diambil.

"Mengenai demutualisasi kita akan mempelajari terlebih dahulu seberapa persen kita ingin masuk. Kan kita juga tentunya lihat kriteria-kriteria pada saat kita masuk, dan berinvestasi," ujar Rosan.

Baca Juga: Prabowo Panggil Sejumlah Tokoh ke Kertanegara, Menhan: Tidak Ada Lagi Oposisi | KOMPAS PETANG

Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • demutualisasi bei
  • bursa efek indonesia
  • pasar modal indonesia
  • ros an roeslani
  • danantara indonesia
  • investor asing
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lyon menang tipis 1-0 atas Lille
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Menhan Sjafrie: 10 Pengusaha Kuasai Ekonomi RI, Negara Rugi Rp5.000 Triliun
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Polisi Segera Buka Kartu Soal Kasus Penganiayaan yang Menjerat Habib Bahar
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Kasus Dugaan Pengeroyokan: Habib Bahar Laporkan Balik Pelapor ke Polres Bogor
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pengembang MGK Serang Raih Penghargaan Terbaik di BTN Housingpreneur 2025
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.