Undan Kacamata: Burung Migran dengan Paruh Terpanjang di Dunia

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Undan kacamata akan mencuri perhatian siapa pun yang melihatnya. Tubuhnya besar, sayapnya lebar, dan paruhnya tampak seperti tak masuk akal. Burung air ini dikenal juga sebagai pelikan Australia dengan nama ilmiah Pelecanus conspicillatus. Ia bukan sekadar burung besar, tetapi contoh nyata kecerdikan evolusi. Alam membentuknya menjadi pengelana lintas benua dengan peralatan biologis yang ekstrem tetapi efisien.

Dalam dunia ornitologi, undan kacamata sering dijadikan rujukan ketika membahas adaptasi morfologi burung air. Bryan Nelson dalam buku Pelicans tahun 2003 menyebut pelikan sebagai burung yang “terlihat kikuk di darat, tetapi anggun di udara dan air”. Pernyataan itu terasa tepat. Di darat, langkahnya pelan dan tampak berat. Tetapi di udara, ia melayang lama, nyaris tanpa usaha.

Secara klasifikasi, undan kacamata termasuk famili Pelecanidae dan ordo Pelecaniformes. Ia satu kelompok dengan cikalang, pecuk, dan angsa batu. Pelikan modern tersebar hampir di seluruh dunia, kecuali Antartika. Mereka tidak hidup di laut dalam atau wilayah kutub. Undan kacamata berbiak di Australia, lalu menyebar ke Papua Nugini, Pasifik barat daya, dan Asia Tenggara.

Di Indonesia, kehadirannya bersifat musiman dan tidak untuk berkembang biak. Statusnya disebut native non-breeding. Ia tercatat muncul di Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Kehadirannya selalu terkait perairan kaya ikan. Muara sungai, laguna, dan pesisir menjadi tempat singgah favorit.

Dari sisi ukuran tubuh, undan kacamata tergolong raksasa. Panjang tubuhnya bisa mencapai 1,9 meter. Bentang sayapnya sekitar 2,3 hingga 2,7 meter. Berat tubuh rata-rata berada di kisaran empat sampai tujuh kilogram. Angka ini membuatnya cukup ringan untuk ukuran burung sebesar itu. Kombinasi ini penting untuk efisiensi terbang jarak jauh.

Warna tubuhnya didominasi putih dengan kontras hitam pada sayap dan ekor. Iris matanya cokelat, paruhnya merah muda pucat atau kekuningan. Kakinya berwarna biru redup dan berselaput penuh. Kulit wajah berbulu membentuk pola menyerupai kacamata. Ciri inilah yang melahirkan nama lokalnya, undan kacamata.

Bagian tubuh paling ikonik tentu paruhnya. Panjang paruh undan kacamata bisa mencapai 50 sentimeter. Ini adalah paruh terpanjang di dunia burung. Di bawah paruh terdapat kantung gular elastis berwarna kemerahan. Kantung ini mampu menampung air dan ikan dalam jumlah besar. Tetapi fungsinya bukan menyimpan makanan lama.

Menurut Christopher Perrins dalam Firefly Encyclopedia of Birds tahun 2003, kantung gular adalah alat menangkap mangsa yang sangat efisien. Pelikan menyauk ikan bersama air, lalu mengeluarkan air sebelum menelan. Proses ini membutuhkan waktu sekitar satu menit. Pada saat inilah pelikan rentan dicuri burung lain. Alam selalu memberi kelebihan sekaligus risiko.

Kaki undan kacamata pendek tetapi sangat kuat. Selaput penuh di antara jari membuatnya perenang andal. Di air, burung ini terlihat ringan dan stabil. Ia hampir mustahil tenggelam sepenuhnya. Daya apung tubuhnya sangat tinggi. Hal ini mendukung strategi berburu di perairan dangkal.

Habitat undan kacamata sangat beragam, asalkan tersedia air terbuka. Danau besar, waduk, rawa, billabong, hingga laguna pesisir menjadi rumah sementaranya. Ia juga memanfaatkan genangan musiman di wilayah kering. Fleksibilitas habitat ini menjelaskan luasnya sebaran geografisnya. Undan kacamata selalu mengikuti air dan ikan.

Sebagai burung migran, undan kacamata dikenal sangat mobile. Ia tidak terikat pada satu lokasi. Ketika kondisi lingkungan berubah, ia akan berpindah. Migrasi ini bukan sekadar naluri, tetapi respons rasional terhadap ketersediaan pakan. Migrasi pelikan terkait perubahan cuaca dan kelimpahan ikan.

Di Ujungpangkah, Gresik, pelikan tercatat datang lebih awal dan tinggal lebih lama. Dulu mereka datang akhir tahun dan tinggal tiga bulan. Kini mereka bisa datang sejak Agustus dan tinggal hingga tujuh bulan. Perubahan ini diduga berkaitan dengan perubahan iklim. Namun, Sutopo menekankan perlunya data ilmiah lanjutan.

Kemampuan terbang undan kacamata sering dianggap luar biasa. Burung ini tidak mengepakkan sayap terus-menerus. Ia memanfaatkan arus termal untuk melayang lama. Dalam kondisi tertentu, ia mampu terbang hingga 24 jam. Jarak ratusan kilometer bisa ditempuh tanpa mendarat. Ketinggian terbangnya pernah tercatat mencapai 3.000 meter.

Saat terbang berkelompok, formasinya membentuk huruf V. Pola ini mengurangi hambatan udara dan menghemat energi. Strategi ini lazim pada burung besar migran. Meski bertubuh besar, undan kacamata adalah contoh efisiensi aerodinamis. Alam merancangnya sebagai penjelajah, bukan sekadar penghuni rawa.

Soal makanan, ikan menjadi menu utama. Ia juga memakan udang, krustasea, berudu, dan amfibi. Dalam kondisi tertentu, burung kecil pun bisa dimangsa. Teknik berburu bervariasi antarspesies pelikan. Pelikan putih berburu berkelompok, menggiring ikan ke perairan dangkal. Pelikan Australia kadang melakukan penyelaman singkat.

Dalam kehidupan sosial, undan kacamata hidup berkoloni. Musim kawin ditandai aktivitas ramai dan dinamis. Sekelompok jantan mengejar satu betina sambil saling menyentuhkan paruh. Proses ini bisa selesai dalam satu hari. Setelah berpasangan, kopulasi berlangsung beberapa hari sebelum bertelur.

Sarang dibuat sederhana dari ranting dan material sekitar. Jantan bertugas membawa bahan, betina menyusun sarang. Jumlah telur biasanya dua hingga empat butir. Telur dierami bersama di atas atau di bawah kaki induk. Masa pengeraman berlangsung sekitar 32 hari. Anak pelikan diasuh bersama dalam koloni.

Perbedaan jantan dan betina tidak terlalu mencolok. Jantan umumnya berukuran sedikit lebih besar. Paruh jantan juga cenderung lebih panjang. Burung ini mulai siap bereproduksi pada usia tiga hingga empat tahun. Di alam liar, umur hidupnya bisa mencapai 25 tahun. Angka ini tergolong panjang untuk burung air.

Status konservasi undan kacamata saat ini adalah Least Concern menurut IUCN. Artinya, populasinya masih relatif aman. Namun, status ini bukan alasan untuk lengah. Donald PF dalam jurnal Review Adult Sex Ratio in Wild Bird Populations tahun 2007 menyoroti ancaman global terhadap pelikan. Penurunan ikan, polusi air, dan gangguan manusia menjadi faktor utama.

Contoh konflik manusia dan pelikan terlihat jelas di Israel. Setiap musim migrasi, sekitar 45.000 pelikan singgah dan memangsa ikan budidaya. Reuters melaporkan solusi unik berupa waduk ramah pelikan. Pemerintah menyediakan ikan kelas dua sebagai pakan alternatif. Program ini bertujuan mengurangi konflik tanpa menyakiti satwa.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengeroyokan di Jimbaran Bikin Panik Pengguna Jalan
• 3 jam lalurealita.co
thumb
Daftar Lengkap Pemenang Grammy Awards 2026
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Menkeu Purbaya Optimis IHSG Menguat Usai Petinggi OJK-BEI Mengundurkan Diri
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Menemukan Hunian Berbasis Gaya Hidup: Strategi Baru Pencarian Properti bagi Generasi Urban
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Brutal! Serangan Rudal Israel Hantam Khan Younis Gaza, 30 Orang Lebih Meninggal | KOMPAS PETANG
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.