Biota laut yang satu ini bukan sembarang makanan. Teripang dikenal sebagai makanan sultan karena harganya yang bisa bikin dompet menjerit.
Chef Chinese Food di Restoran Tien Chao Hotel Gran Melia Jakarta, Chef Suyanto, pernah membeberkan kisaran harganya. Menurutnya, harga teripang kering perkilogram dijual Rp 700.000 - Rp 1,2 juta. Bahkan, di pasar internasional, jenis tertentu bahkan dibanderol hingga Rp 50 juta per kilogram.
Lantas, kenapa hewan yang satu ini bisa semahal itu dan selalu diburu saat Imlek? Berikut faktanya:
1. Santapan Kaum Elit Sejak Zaman Dulu
Jangan tertipu dengan penampilannya. Meski hewan ini tergolong unik karena tidak memiliki mata maupun anggota badan, hanya mulut, anus, dan organ dalam, teripang punya sejarah mentereng.
Selama berabad-abad, teripang menjadi simbol status sosial. Hanya kaum bangsawan dan kelas atas yang mampu menikmati biota laut bernutrisi tinggi ini.
Permintaannya meledak pada era 1980-an, seiring dengan bertambahnya jumlah orang kaya baru atau kelas menengah di China yang ingin mencicipi kemewahan kuliner leluhur mereka.
2. Gudang Obat Alami
Teripang diburu karena khasiatnya yang ajaib bagi kesehatan. Kulitnya mengandung zat kimia bernama fucosylated glycosaminoglycan yang tinggi.
Zat ini sudah lama jadi rahasia orang Asia untuk mengatasi masalah persendian. Sementara di Eropa, kandungan ini dimanfaatkan untuk terapi kanker tertentu dan mencegah pembekuan darah.
Selain itu, teripang juga kaya akan protein dan kolagen yang sangat baik untuk peremajaan kulit. Tak heran jika ia kerap dijuluki sebagai Ginseng Laut.
Di Indonesia sendiri, khasiatnya telah diteliti secara ilmiah. Dikutip dari National Geographic Indonesia, Delianis Pringgenis, dosen Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang, mengungkapkan sederet manfaat hebatnya.
Menurut penelitiannya, teripang ampuh mencegah penyumbatan pembuluh darah, mengatasi peradangan, menstabilkan gula darah, mempercepat pemulihan sel, hingga meredakan rasa sakit.
3. Teripang Jepang Adalah Raja
Kasta tertinggi dipegang oleh teripang asal Jepang. Harganya bisa menembus Rp 57 juta per kilogram. Sementara jenis lain seperti golden sandfish, dragonfish, dan curry fish harganya masih berada di bawah varian premium dari Negeri Sakura tersebut.
4. Nyawa Jadi Taruhannya
Di balik kemewahan rasa dan harganya, ada kisah tragis dari para pencarinya. Karena harganya yang selangit, banyak orang nekat memburu teripang hingga ke dasar laut tanpa mempedulikan keselamatan. Risiko dekompresi hingga kematian mengintai para penyelam tradisional ini.
Tercatat pada Januari 2019 silam, tragedi memilukan terjadi di Yucatan, Meksiko. Setidaknya ada 40 penyelam yang tewas saat berusaha mengambil emas laut ini.
Selain itu, perburuan membabi buta menyebabkan 7 dari 70 spesies teripang kini menjadi langka, yang berujung pada rusaknya keseimbangan ekosistem laut.(*)
Artikel Asli



