Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi panggung penentu warisan Mohamed Salah bersama tim nasional Mesir.
Bagi penyerang sayap Liverpool tersebut, turnamen di Amerika Utara bukan sekadar ajang prestasi, melainkan kesempatan menuntaskan perjalanan panjang yang selama ini belum sepenuhnya terjawab di level internasional.
Mesir akan tampil untuk keempat kalinya dalam sejarah Piala Dunia, setelah sebelumnya berlaga pada edisi 1934, 1990, dan 2018.
Harapan publik Mesir pada edisi 2026 pun kembali bertumpu pada sosok Salah, pemain yang selama satu dekade terakhir menjadi ikon sepak bola modern Mesir.
Salah dikenal sebagai salah satu pesepak bola tersukses yang pernah dimiliki Mesir. Ia telah meraih berbagai gelar bergengsi di level klub, memecahkan banyak rekor di Liga Inggris, serta mengukuhkan diri sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya terulang bersama tim nasional.
Di level internasional, Salah belum berhasil mempersembahkan trofi Piala Afrika bagi Mesir, meski dua kali membawa timnya ke final pada edisi 2017 dan 2021. Pada turnamen terakhir, Mesir kembali terhenti oleh Senegal di babak semifinal.
Sementara itu, catatan Mesir di Piala Dunia juga masih menyisakan pekerjaan rumah. Dari tiga keikutsertaan, Mesir belum pernah meraih kemenangan. Total tujuh pertandingan yang dijalani berakhir dengan lima kekalahan dan dua hasil imbang.
Penampilan terbaik Mesir tercatat pada Piala Dunia 1990 di Italia, ketika mereka menahan imbang Belanda dan Republik Irlandia sebelum kalah tipis dari Inggris.
Pada edisi Piala Dunia 2018 di Rusia, Mesir justru pulang tanpa poin meski Salah mencetak dua gol, masing-masing ke gawang Rusia dan Arab Saudi.
Untuk Piala Dunia 2026, Mesir tampil meyakinkan di babak kualifikasi Afrika dengan finis sebagai juara Grup A dan mengoleksi 26 poin. Hasil undian menempatkan The Pharaohs di Grup G bersama Belgia, Iran, dan Selandia Baru.
Gelandang Mesir Marwan Attia menyatakan timnya siap menghadapi tantangan tersebut.
“Kami akan memberikan segalanya untuk tampil maksimal dan meraih hasil yang sesuai dengan ambisi kami,” ucap Attia.
Dengan format turnamen yang diperluas dan meningkatnya jumlah peserta, peluang Mesir untuk mencatatkan sejarah terbuka lebih lebar.
Bagi Salah, satu kemenangan, lolos dari fase grup, atau melangkah lebih jauh akan memiliki makna simbolis yang besar, bahkan melampaui gelar kontinental tambahan.
Jika mampu memimpin Mesir mencetak pencapaian bersejarah di Piala Dunia 2026, perjalanan internasional Mohamed Salah tidak lagi dikenang sebagai kisah yang belum tuntas, melainkan sebagai cerita tentang seorang pemain yang berhasil mengangkat mimpi bangsa dan menuliskan bab penutup yang telah lama dinantikan.
Editor: Redaktur TVRINews


