Pandu Sjahrir Bicara Saham Gorengan, Berharap Fundamental Perusahaan Membaik

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

CIO Danantara Pandu Sjahrir merespons mengenai saham gorengan yang ramai dibicarakan publik setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada pekan lalu. Saham gorengan tersebut juga mendapat sorotan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Saham gorengan itu disebut di mana? Banyakan dari sisi investor. Atau kalau MSCI sebutnya uninvestability. Kenapa? Karena mungkin secara valuasi sangat tinggi. Valuasi itu apa? Misalnya secara EV (Enterprise Value) to sales, EV to EBITDA, atau price to earning ratio yang sangat tinggi. Apakah itu make sense? Sebenarnya kan itu,” kata Pandu di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Minggu (1/2).

Pandu mengungkapkan perkara saham gorengan memang sudah mendapat perhatian khusus dari investor asing di pasar modal. Mereka mempertanyakan pergerakan saham tersebut.

“Dan itu banyakan memang masukan-masukan dari investor-investor asing yang merasa kok ini bisa valuasi price to earning bisa sampai ribuan lebih. Jadi sebenarnya lebih kalau disebut bahasa saham gorengan itu ke sana. Tapi yang saya bilang juga, yang saya sebut 2 hari terakhir, don't hate the player, hate the game,” ujar Pandu.

Sebagai pelaku pasar modal, Pandu juga ingin perdagangan diisi oleh saham perusahaan yang memiliki fundamental yang baik. Menurutnya, hal itu bisa dilihat dari valuasi sampai likuiditas perusahaan terkait.

“Kita ingin masukkan investment. Perusahaan-perusahaan memiliki fundamental yang sangat baik, company yang sangat baik, dengan valuasi yang menarik, dan terakhir likuiditas yang bagus. Itu juga sangat penting,” tutur Pandu.

Sebelumnya, BEI sudah menjelaskan definisi dari keberadaan saham gorengan dalam perdagangan di pasar modal. BEI mendefinisikan saham gorengan bukan sebagai saham kelompok tertentu melainkan seluruh saham yang melewati proses manipulasi harga.

Untuk itu, nantinya praktik menggoreng saham yang menyebabkan munculnya saham gorengan juga akan diselidiki dan pelakunya akan ditindak.

“Tidak harus saham dari kelompok tertentu. Tetapi seluruh kegiatan yang melakukan manipulasi harga di pasar itu adalah tindak kejahatan pasar modal,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik di Wisma Danantara, Jakarta pada Sabtu (31/1).

Meski begitu, Jeffrey menuturkan sampai saat ini BEI belum mengetahui siapa pihak yang berada di balik praktik menggoreng saham tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Warga dan TNI bangun masjid darurat di Tetingi Aceh
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Jembatan Penghubung Desa di Pandeglang Ambruk, Pemkab Bakal Perbaiki
• 17 jam laludetik.com
thumb
Sempat Kehilangan Game Pertama, Tiwi/Fadia Ungkap Rahasia Kalahkan Ganda China di Final Thailand Masters 2026
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Mengenal Makna Posesif Menurut Ilmu Psikologi
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
IHSG Diperkirakan Masih Naik-Turun, Investor Pantau Reformasi Pasar Modal
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.