GenPI.co - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyoroti biaya keanggotaan Dewan Perdamaian untuk Gaza, sebesar 1 miliar dolar AS atau Rp 17 triliun.
Indonesia diketahui, telah bergabung menjadi anggota Dewan Perdamaian untuk Gaza, yang dibentuk Presiden AS Donald Trump.
Dino Patti Djalal mengatakan jumlah Rp 17 triliun tersebut, merupakan angka yang sangat fantastis.
Dia mengungkapkan Rp 17 triliun itu, sama dengan 500 kali iuran tahunan Indonesia untuk Sekretariat ASEAN dan sama dengan 50 tahun iuran PBB.
“Rp 17 triliun itu, sama dengan pajak yang dibayarkan 2 juta orang kelas menengah ke bawah. Saya heran, kenapa tidak ada perdebatan di DPR,” katanya dikutip dari X, Senin (2/2).
Eks Wakil Menteri Luar Negeri RI itu menyampaikan otoritas Palestina pun tidak pernah meminta Indonesia untuk membayar Rp 17 triliun.
“Mereka (Palestina) tahu kemampuan Indonesia terbatas dan yang mereka butuhkan dari Indonesia itu dukung politik dan diplomatik,” ujarnya.
Dino menyebut Indonesia bisa membantu Palestina dengan memberikan hal yang paling kritis dibutuhkan, yakni pasukan perdamaian.
Dia mengatakan Amerika Serikat maupun negara-negara besar Arab, justru tidak bersedia memberi bantuan pasukan perdamaian.
“Sekali lagi, rakyat Palestina tidak meminta itu (Rp 17 triliun). Sebab, mereka tahu yang menghancurkan dan meratakan Gaza itu bukan Indonesia, tetapi Israel,” ucapnya. (*)
Simak video menarik berikut:



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489755/original/043626800_1769931236-InShot_20260201_143209720.jpg.jpeg)

