Trump Dorong Diplomasi dengan Iran usai Peringatan Keras Khamenei

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Mar-a-Lago: Beberapa jam setelah Iran mengeluarkan peringatan keras di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia masih berharap dapat mencapai kesepakatan dengan Teheran, meski terdapat ancaman meluasnya konflik regional.

Berbicara kepada wartawan saat berkunjung ke Mar-a-Lago pada Minggu, 1 Februari, Trump mengatakan bahwa ia tidak terkejut dengan pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan menyebut bahwa peringatan semacam itu wajar dalam situasi tegang.

“Tentu saja dia akan berkata seperti itu,” ujar Trump, dikutip dari India Today, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa pemerintahannya tetap memprioritaskan diplomasi, sembari tetap membuka opsi lainnya. “Mudah-mudahan kita bisa membuat kesepakatan. Jika kita tidak membuat kesepakatan, maka kita akan melihat apakah ucapannya benar atau tidak,” kata Trump.

Pernyataan Khamenei dan Trump muncul di tengah ketidakpastian yang meningkat setelah berminggu-minggu berlangsungnya aksi protes di Iran.

Aksi itu dimulai pada akhir Desember akibat kesulitan ekonomi dan kondisi hidup, lalu berkembang menjadi tantangan politik paling serius bagi Republik Islam sejak 1979. Aparat keamanan merespons dengan tindakan keras, yang mengakibatkan ribuan orang tewas dan ditangkap.

Setelah itu, AS meningkatkan kehadiran angkatan lautnya di Timur Tengah, sementara Trump terus memperingatkan Iran mengenai kemungkinan intervensi jika Teheran menolak kesepakatan nuklir atau gagal menghentikan pembunuhan terhadap para pengunjuk rasa. Ketegangan Meningkat usai Peringatan Khamenei Khamenei memperingatkan bahwa setiap serangan Amerika Serikat akan berubah menjadi perang regional. Ia membandingkan aksi protes terbaru di Iran dengan sebuah “kudeta” yang didukung oleh AS dan Israel.

Menurutnya, kerusuhan tersebut merupakan bagian dari apa yang ia sebut sebagai “hasutan” yang bertujuan melemahkan kepemimpinan negara.

Khamenei juga mengomentari pergerakan militer Amerika Serikat di kawasan, dengan mengatakan bahwa rakyat Iran tidak akan terintimidasi oleh ancaman.

“Kami bukan pihak yang memulai dan tidak ingin menyerang negara mana pun,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa Iran akan merespons secara keras terhadap setiap agresi. Jalan Negosiasi yang Masih Tidak Jelas Di saat yang sama, kedua pihak mengirimkan sinyal yang saling bertentangan terkait negosiasi.

Sabtu lalu, Trump mengatakan bahwa Iran sedang “serius berbicara” dengan Washington. Pernyataan tersebut menyusul komentar dari pejabat senior Iran yang mengindikasikan bahwa pengaturan untuk perundingan sedang dibahas.

Trump mengatakan ia berharap tercapainya kesepakatan melalui negosiasi yang dapat mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

“Saya berharap mereka menegosiasikan sesuatu yang dapat diterima,” tuturnya. “Anda bisa membuat kesepakatan hasil negosiasi yang memuaskan tanpa senjata nuklir.”

Iran menyatakan terbuka terhadap negosiasi yang "adil," namun menegaskan bahwa kemampuan pertahanannya tidak boleh dibatasi.

Baca juga:  Ayatollah Ali Khamenei: Serangan AS ke Iran Akan Picu Perang Regional


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tren Beauty & Wellness Holistik Warnai Awal 2026, Intip Yuk!
• 4 jam laluherstory.co.id
thumb
19 Ribu SPPG Perkuat Program MBG Presiden Prabowo
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Pilar Ajak Warga Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Budidaya Maggot
• 15 jam laludisway.id
thumb
Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026, Polisi Petakan Titik Rawan Pelanggaran di Jakarta
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Ramai-Ramai Veteran di Denmark Turun Ke Jalan, Kecam Ucapan Trump
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.