Rumah di Kramat Jati Dirusak Orang Tak Dikenal, Penghuni Diintimidasi

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah rumah di Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi sasaran aksi premanisme dan perusakan orang tak dikenal.

Pemilik rumah, Yazid Mutaqin, mengatakan, ada enam orang yang diduga preman masuk ke rumahnya dan melakukan perusakan pada Jumat (29/1/2026).

Saat itu, para pelaku menyatroni rumah Yazid dengan merusak gembok pagar.

"Di dalam rumah ada tukang di lantai tiga lagi rapi-rapi. Jadi ada saksi melihat, dia melihat pintu didobrak-dobrak, terus disiram (air) semuanya, dan itu ada tukang melihat," kata Yazid Mutaqin saat ditemui, Minggu (1/2/2026).

Saat memasuki pekarangan rumah Yazid, pelaku merusak mobil yang terparkir. Bahkan, beberapa kamera CCTV juga dirusak.

Tak hanya itu, istri dan anak Yazid juga mengalami intimidasi, meski tidak ada yang terluka.

"Cuma dia (pelaku) teriak-teriak aja, membentak-bentak. Anak saya enggak berani melawan, lari. Yang satu anak saya jatuh dari lantai karena itu basah dan dia ketakutan," kata Yazid.

Selain itu, sejumlah orang tak dikenal tersebut juga menyiram sejumlah barang elektronik hingga meteran listrik di rumah Yazid menggunakan air.

Baca juga: Keributan Preman dan Pedagang di BKT Berawal dari Penolakan Uang Rp 10.000

"Ini sudah pengrusakan, dan ini sudah patut diduga ada upaya untuk pembunuhan karena semua disiram, dari meteran listrik sampai elektronik. Baik kulkas, semua elektronik yang ada di dalam rumah lantai satu disiram sama dia. Kalau itu terjadi korsleting, itu akan memicu kebakaran," jelasnya.

Usai melakukan aksi itu, para pelaku lantas meninggalkan rumah Yazid. 

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Yazid belum mengetahui motif penyerangan tersebut. Namun, dia menduga kejadian itu berkaitan dengan proyek yang ia kerjakan beberapa waktu lalu.

"Selanjutnya saya akan berangkat sama keluarga berlima, anak istri, ke Polres untuk buat laporan polisi soal peristiwa penyerangan ini," lanjut Yazid.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
HP di Tangan, Fokus Menghilang: Ancaman Sunyi bagi Generasi Muda
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Bahar bin Smith Tersangka Kasus Pemukulan Banser, Dijerat Pasal Berlapis
• 11 jam lalumerahputih.com
thumb
Menteri P2MI Mengawal Pemenuhan Hak dan Klaim Asuransi Bagi Pekerja Migran di Korea Selatan
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Survei Asahi Prediksi Kemenangan Telak Partai PM Jepang Sanae Takaichi
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Teknologi Sensor Kebauan RDF Rorotan Jalani Kalibrasi Lapangan, Sensor Dipastikan Tetap Akurat
• 10 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.