Teknologi Sensor Kebauan RDF Rorotan Jalani Kalibrasi Lapangan, Sensor Dipastikan Tetap Akurat

merahputih.com
7 jam lalu
Cover Berita

Merahputih.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan Sistem Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di sekitar fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, tetap beroperasi aktif guna memantau kondisi lingkungan secara real-time pada Minggu (1/2).

Langkah teknis berupa uji kolokasi atau kalibrasi lapangan dilakukan oleh petugas untuk menjamin validitas data kebauan dan kualitas udara agar tidak terjadi disinformasi di tengah masyarakat.

Proses Kalibrasi dan Akurasi Data

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa kabar mengenai penghentian alat pemantau tersebut merupakan rumor yang tidak berdasar.

Baca juga:

Gubernur Pramono Sebut RDF Rorotan Bisa Kurangi Masalah Sampah di Jakarta, Tanggapi Tuntutan Penutupan dari Warga

Menurutnya, proses yang sedang berlangsung saat ini adalah tahapan ilmiah untuk memastikan sensor membaca kondisi lingkungan secara presisi, terutama mengingat lokasi fasilitas yang berada di kawasan pesisir.

“Tidak ada pemadaman atau penghentian pemantauan. Yang dilakukan adalah proses kalibrasi lapangan agar sensor membaca kondisi lingkungan secara tepat dan tidak menimbulkan salah tafsir terhadap data mentah,” ujar Asep Kuswanto, Senin (2/2).

Kalibarsi ini merupakan prosedur standar pada teknologi pemantauan udara baru untuk mengidentifikasi potensi bias sensor yang mungkin muncul akibat pengaruh angin laut atau karakter lingkungan spesifik di Jakarta Utara.

Inovasi Sensor Kebauan Pertama di Indonesia

Sejak akhir Desember 2025, sebanyak delapan unit SPKU telah terpasang di sekeliling RDF Plant Rorotan. Perangkat ini tidak hanya mengukur polusi udara biasa, tetapi juga dilengkapi sensor kebauan ambien yang memantau parameter spesifik seperti amoniak, hidrogen sulfida, metil merkaptan, metil sulfida, dan stirena.

Baca juga:

Pakar Sebut Operasional RDF Rorotan yang Dilaksanakan secara Bertahap sudah Tepat

"Sistem ini menjadi yang pertama di Indonesia yang secara khusus dilengkapi sensor pengukur kebauan ambien. Dalam proses uji kolokasi, DLH DKI melakukan pengambilan sampel kebauan ambien secara terstandardisasi, kemudian mengujinya di laboratorium terakreditasi," jelas Asep.

Data dari laboratorium tersebut nantinya akan dibandingkan dengan hasil pembacaan otomatis dari SPKU. Jika sinkronisasi telah sempurna, data akan ditampilkan secara transparan kepada publik sebagai bagian dari early warning system.

Asep menekankan bahwa RDF Plant Rorotan merupakan solusi modern untuk mencegah krisis sampah di Jakarta dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian lingkungan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PGRI Miris Penyebutan Honorer Hanya untuk Guru: TNI, Polri, Jaksa, DPR Tak Ada Honorer
• 17 detik lalusuara.com
thumb
Tak Bisa Lagi Dibina, Kapolda Sulteng Ambil Tindakan Tegas Pecat 34 Polisi Sekaligus
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Susi Pudjiastuti Sambangi Kantor Seskab Teddy, Suasana Hangat dan Penuh Keakraban
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Satpol PP Jakpus Razia Tramadol di Tanah Abang, 900 Butir Obat Keras Disita!
• 5 jam laludisway.id
thumb
Trump Buka Peluang Kesepakatan Baru dengan Kuba, Tetap Tekan Lewat Tarif dan Status Darurat
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.