Ledakan Dahsyat Guncang Bandar Abbas, Iran Selatan — Tumbulkan Korban Jiwa dan Kerusakan Parah

erabaru.net
15 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Sebuah ledakan besar mengguncang kota pelabuhan strategis Bandar Abbas di selatan Iran pada Sabtu (31/1/2026) sore waktu setempat, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan serius pada bangunan serta kendaraan di sekitarnya. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan nasional dan internasional yang melibatkan Iran.

Menurut laporan resmi, ledakan itu dipicu oleh kebocoran gas di sebuah bangunan hunian, yang menyebabkan setidaknya dua orang tewas dan 14 lainnya luka-luka, termasuk warga sipil dan anak-anak. Bangunan delapan lantai tempat ledakan terjadi mengalami rusak parah, dengan sebagian besar lantai pertama sampai ketiga hancur total serta jendela pecah di blok sebelahnya.

Tragedi ini juga memakan korban anak-anak; seorang gadis berusia 4 tahun dilaporkan tewas dalam ledakan tersebut, memperkuat duka keluarga dan masyarakat setempat. Video yang beredar di media sosial menunjukkan petugas pemadam kebakaran serta tim penyelamat berjuang mengevakuasi korban dari reruntuhan.

Beberapa warga mengklaim gedung itu tidak memiliki sambungan gas, sehingga spekulasi mengenai penyebab lain — termasuk serangan yang terkoordinasi — sempat muncul di platform daring. Namun, pejabat Iran dan otoritas lokal menegaskan bahwa ini adalah kecelakaan akibat kebocoran gas, sambil membantah klaim adanya serangan terhadap pejabat militer atau unsur militer.

Konteks Nasional: Gelombang Protes dan Ketidakstabilan dalam Negeri

Ledakan tersebut terjadi ketika gelombang protes nasional di Iran telah memasuki hari ke-35, menyusul aksi besar-besaran yang bermula akhir Desember 2025. Demonstrasi dipicu oleh krisis ekonomi, inflasi tinggi, dan tuntutan reformasi politik, kemudian berkembang menjadi gerakan yang menuntut perubahan dalam struktur pemerintahan negara.

Kelompok pemantau hak asasi seperti Human Rights Activists News Agency (HRANA) melaporkan lebih dari 6.500 jiwa tewas, termasuk banyak demonstran, anak-anak, dan warga sipil lainnya — angka yang jauh lebih tinggi dibanding angka resmi pemerintah Iran, yang hanya menyebutkan sekitar 3.117 korban tewas.

Tudingan bahkan muncul bahwa pada periode 8–9 Januari 2026, penindasan oleh keamanan negara menyebabkan paling sedikit 30.000 hingga 36.500 kematian berdasarkan analisis dokumen rahasia dan data rumah sakit, menjadikannya salah satu penindasan paling mematikan sejak beberapa dekade terakhir.

Di dalam negeri, tekanan meningkat bukan hanya dari jalanan: sejumlah warga menyerukan intervensi internasional, dengan beberapa menyampaikan harapan agar Amerika Serikat menghancurkan rezim saat ini meskipun berisiko korban.

Tanggapan Pemerintah Iran & Ketegangan Internasional

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam campur tangan asing, menuduh Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Eropa memanfaatkan krisis untuk menyulut kerusuhan. Pezeshkian menegaskan bahwa tekanan luar negeri justru memperparah ketegangan domestik.

Sementara itu, Kepala Angkatan Darat Iran memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak melancarkan serangan militer, menegaskan kesiagaan penuh pasukan Iran terhadap potensi agresi eksternal.

Ketegangan regional juga memuncak setelah Uni Eropa resmi mencantumkan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris, langkah yang memperluas isolasi Tehran dan menambah ketegangan diplomatik dengan negara-negara Barat.

Kesimpulan

Insiden ledakan di Bandar Abbas pada 31 Januari 2026 bukan hanya tragedi lokal akibat kecelakaan gas, tetapi juga terjadi di tengah salah satu periode paling penuh gejolak dalam sejarah modern Iran. Korban jiwa yang signifikan, protes nasional yang meluas, serta spekulasi tentang campur tangan internasional memberikan gambaran betapa kompleksnya situasi saat ini — rentang dari isu domestik yang mendalam hingga koneksinya dengan dinamika geopolitik global. (***)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dibekali Ducati Motor Pabrikan, Alex Marquez Target Ulang Prestasi di MotoGP 2026
• 38 menit lalutvonenews.com
thumb
Diam-Diam Lebih Berbahaya: Ledakan di Iran dan Rencana Trump yang Tak Dibocorkan
• 15 jam laluerabaru.net
thumb
Kata BMKG: Jaksel-Jaktim Bakal Hujan 13.00-22.00, Dipicu Sirkulasi Siklonik
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
TERPOPULER: Bukti Denada Pernah Melahirkan Hingga Ciri dan Profesi Ayah Kandung Ressa Rizky
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Menteri Negara UEA Undang Megawati Berkunjung ke Museum Nasional Zayed
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.