Komisi X DPR Sebut Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Fokus pada Penguasaan Teknologi

matamata.com
2 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai kebijakan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan visi konkret untuk mengejar ketertinggalan bangsa di bidang teknologi.

Abdul menyebutkan bahwa negara maju seperti Amerika Serikat dan China telah mendominasi industri global melalui keunggulan teknologi. Ia mencontohkan masifnya kendaraan listrik asal negara tersebut yang kini mulai membanjiri jalanan ibu kota.

"Negara-negara lain, seperti Amerika atau China, sudah luar biasa. Ratusan ribu anak-anak China fokus pada pendidikan teknologi dan engineering. Jadi, anak-anak kita harus bersiap, tidak bisa lagi hanya bermain gim terus," ujar Abdul di Jakarta, Minggu (1/2).

Meski muncul keraguan publik terkait fokus pemerintahan pada sektor pertahanan, Abdul menegaskan bahwa pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) tetap menjadi prioritas utama. Melalui program ini, Presiden ingin menggeser orientasi pendidikan nasional ke arah teknologi terapan.

Perbedaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda

Abdul merinci, Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk masyarakat prasejahtera dengan koordinasi lintas kementerian. Uniknya, lembaga ini tidak berada di bawah komando tunggal Kemendikdasmen.

"Sekolah Rakyat leading sector-nya adalah Kementerian Sosial karena pendekatannya adalah pengentasan kemiskinan melalui bantuan sosial," jelasnya.

Sementara itu, Sekolah Garuda disiapkan sebagai inkubator bagi siswa berbakat untuk menembus perguruan tinggi kelas dunia. Fokus utamanya adalah bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

"Sekolah Garuda setingkat SMA atau SMK ini akan terhubung langsung dengan perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri. Tujuannya agar siswa berprestasi kita memiliki jalur langsung ke pendidikan tinggi berkualitas," tambah Abdul.

Menutup keterangannya, ia mengajak masyarakat untuk bersikap kolaboratif dalam memajukan pendidikan nasional daripada sekadar melontarkan kritik tanpa solusi. (Antara)

Baca Juga
  • Khofifah Puji Peran Pesantren Bangkalan dalam Mencetak Generasi Qurani Berakhlak Mulia


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gempa Hari Ini M 3,1 Guncang Solok Sumbar, Pusat Getaran di Darat
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
OJK Siapkan 8 Rencana Percepatan Perbaikan Pasar Modal RI
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenag: Indonesia Perkuat Diplomasi Alquran di Tingkat Global
• 56 menit laluokezone.com
thumb
Dunia Banyak Tantangan di 2026, Ini Daftarnya!
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Naik Gunung Bukan FOMO, Kuasai Skill Pertolongan Pertama dalam Kondisi Darurat
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.