Bursa Asia Bergerak Fluktuatif, Investor Wait and See Tunggu Data Industri Tiongkok

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik bergerak fluktuatif saat pembukaan pasar hari ini, Senin, 2 Februari 2026. Gejolak sehubung sikap wait and see investor menantikan laporkan data swasta terkait aktivitas industri Tiongkok sepanjang bulan Januari 2026.

Investor juga akan memantau harga emas dan perak setelah penurunan tajam pada hari Jumat, 30 Januari 2026. Harga emas spot terakhir diperdagangkan pada US$4.744 per ons sedangkan perak berada di sekitar US$80 per ons

Baca Juga :
Transaksi Cicil Emas di BSN Meroket Gegara Ini
Harga Emas Dunia Turun, Analis: Ada Pemulihan ke Level US$6.400

Perak telah meningkat lebih dari dua kali lipat selama 12 bulan terakhir lalu anjlok sekitar 30 persen yang mencerminkan kinerja penurunan terburuk sejak tahun 1980. Emas turut membukukan koreksi signifikan sekitar 9 persen. 

Selain itu, Bitcoin terjun di bawah area US$80.000 untuk pertama kalinya sejak April 2025. Harga Bitcoin terakhir diperdagangkan sekitar US$76.700 setelah aksi jual besar-besaran di akhir pekan.

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, menguat 0,13 persen. Indekd Topix melesat 0,52 persen.

Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)
Photo :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok lebih dari 2,5 persen saat pembukaan pasar. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham berkapitalisasi kecil juga terkoreksi tajam sekitar 3 persen.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di melemah ke level 27.330 dari posisi 27.387,11. Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200 Australia, anjlok 0,57 persen.

Pada sesi perdahangan Jumat, 30 Januari 2026, bursa Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan karena saham emiten teknologi lesu. Sebagian besar investor menyetujui pilihan Presiden AS Donald Trump menunjum Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve (The Fed). 

Ketiga indeks acuan Wall Street kompak terkoreksi. Indeks S&P 500 turun 0,43 persen dan berakhir di 6.939,03 sekaligus menjadi koreksi ketiga berturut-turut.

Indeks  Dow Jones Industrial Average terjun 0,36 persen dan ditutup pada 48.892,47. Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi merosot 0,94 persen menjadi 23.461,82. 

Baca Juga :
Kripto Berdarah, Bitcoin Terjun Bebas ke Bawah US$78.000
Harga Emas Dunia Ambruk Lebih dari 8 Persen, Balik ke Level US$4.800
Bitcoin Ambruk ke Level Terendah, Analis Prediksi Terkoreksi Lebih Dalam Menuju US$70.000

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026, Polisi Fokus Tekan Pelanggaran Lalu Lintas
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Lama Tak Masuk Final, Leo/Bagas Ucap Syukur Bisa Juara di Thailand Masters 2026
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Ramalan Zodiak Besok, 3 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Risk-Off atau Investability Pasar Modal?
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kondisi Anggota Banser yang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Diungkap Ketua GP Ansor Tangerang, Pelipis Mata Kiri Robek hingga Ada Bekas Sundutan Rokok
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.