FAJAR, MAKASSAR — Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2025–2029 yang dinakhodai oleh Thiawudy Wikarso resmi dilantik di Hotel Maleo Makassar, Sabtu (31/1/2026). Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PSMTI, Wilianto Tanta, yang turut memberikan arahan kepada ratusan peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, Wilianto Tanta menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Thiawudy Wikarso beserta jajaran pengurus yang baru dilantik.
Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum penting untuk melanjutkan perjuangan dan pengabdian PSMTI dalam mempererat persatuan, memperkuat kontribusi sosial, serta menjaga nilai kebangsaan dalam keberagaman.
Wilianto juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Emmy Jita, Ketua PSMTI Sulsel periode 2021–2025, atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin organisasi.
Menurutnya, kepemimpinan sebelumnya telah menjadi fondasi kuat bagi pengurus baru untuk melangkah lebih maju.
“Saya mengenal Saudara Thiawudy Wikarso sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi, jiwa kepemimpinan yang kuat, serta kepedulian sosial yang besar. Saya yakin PSMTI Sulsel akan semakin solid, progresif, dan berkontribusi luas bagi masyarakat,” ujar Wilianto.
Ia berharap PSMTI Sulsel di bawah kepemimpinan baru dapat terus berkembang sebagai organisasi yang aktif, modern, dan inklusif, serta menjadi rumah besar bagi warga Tionghoa Indonesia untuk bersatu dan berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Menutup sambutannya, Wilianto turut mengingatkan momentum menjelang perayaan Tahun Baru Imlek agar dimaknai secara sederhana, dengan menekankan nilai kekeluargaan, penghormatan leluhur, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik ke depan.
Sementara itu, Ketua PSMTI Sulawesi Selatan, Thiawudy Wikarso, menjelaskan bahwa pelantikan pengurus periode 2025–2029 pada prinsipnya merupakan penguatan formal dari struktur yang sebenarnya telah bekerja sejak beberapa waktu lalu.
“Pembentukan struktur kepengurusan sebenarnya sudah lama kami susun. Pelantikan ini lebih kepada formalitas. Sejak sebelumnya, kami sudah mulai bekerja,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, aktivitas kepengurusan selama ini lebih banyak dilakukan secara internal, termasuk pelatihan-pelatihan organisasi, seiring dengan imbauan pemerintah.
“Kami memang tidak terlalu tampil ke luar. Pelatihan yang dilakukan bersifat internal dan menyesuaikan dengan situasi serta imbauan pemerintah,” jelas Thiawudy.
Di bawah kepemimpinannya, PSMTI Sulsel berkomitmen melanjutkan program-program yang belum tuntas pada kepengurusan sebelumnya.
“Apa yang belum dikerjakan pada periode lalu, itu yang kami lanjutkan dan selesaikan di kepengurusan kami. Tidak ada yang terlalu baru, karena fokus kami tetap pada pendidikan dan kegiatan sosial,” katanya.
Thiawudy menegaskan bahwa PSMTI merupakan organisasi sosial yang berperan sebagai mitra pemerintah dalam mendukung berbagai program kemasyarakatan.
“PSMTI ini adalah mitra pemerintah. Apa yang bisa dikerjasamakan, terutama untuk kegiatan sosial dan pendidikan, itulah yang akan kami dorong,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, kata dia, masing-masing bidang di kepengurusan akan mulai merancang dan menjalankan program kerja sesuai fokus dan kebutuhan.
“Dalam waktu dekat, setiap bidang akan mulai bergerak, menyusun dan menjalankan kegiatan sesuai rencana kerja masing-masing,” tutup Thiawudy. (adi)

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F31%2Fab107af19804206e782219ef22a2beb6-DIV_Penagih_Utang_2026_01_29_152314.jpeg)


