Warga Sebut Sistem SKU di RDF Rorotan Mati Sejak 10 Januari 2026, DLH DKI Jakarta: Tidak Ada Pemadaman

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta membantah jika Sistem Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di sekitar fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, dimatikan dengan sengaja.

Rumor yang beredar di masyarakat terkait penghentian alat pemantau kualitas udara dipastikan tidak benar alias hoaks.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa SPKU saat ini tengah menjalani uji kolokasi atau kalibrasi lapangan.

Hal ini untuk memastikan data kualitas udara dan kebauan yang dihasilkan akurat, presisi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul Hari Ini

“Tidak ada pemadaman atau penghentian pemantauan. Yang dilakukan adalah proses kalibrasi lapangan agar sensor membaca kondisi lingkungan secara tepat dan tidak menimbulkan salah tafsir terhadap data mentah,” tegas Asep dalam keterangannya pada Minggu, 1 Januari 2026.

Asep menjelaskan, uji kolokasi merupakan tahapan teknis yang lazim dilakukan pada sistem pemantauan kualitas udara, terutama pada teknologi baru.

Proses ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bias sensor akibat karakter lingkungan setempat, termasuk pengaruh wilayah pesisir.

Sejak akhir Desember 2025, kata Asep, DLH telah memasang setidaknya 8 unit SPKU di sekitar RDF Rorotan.

BACA JUGA:Promo Indomaret Terbaru Minggu ini 2-8 Februari 2026, Sambut Hari Valentine Diskon Cokelat SilverQueen Mulai Rp13 Ribu

Seluruh SPKU tersebut dilengkapi sensor pemantauan kebauan ambien dengan parameter antara lain amoniak, hidrogen sulfida, metil merkaptan, metil sulfida, dan stirena.

Sistem yang dilengkapi sensor pengukur kebauan ambien, klaim Asep, menjadi yang pertama di Indonesia.

Dalam proses uji kolokasi, DLH melakukan pengambilan sampel kebauan ambien secara terstandardisasi, kemudian mengujinya di laboratorium terakreditasi.

Hasil laboratorium tersebut selanjutnya dibandingkan dengan data pembacaan SPKU untuk penyempurnaan sistem sebelum data ditampilkan secara penuh kepada publik.

BACA JUGA:Sering Dibobol Hacker, Ternyata Ini 5 Setting WhatsApp yang Wajib Dimatikan

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Warna Buket Bunga yang Estetik
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Nadiem Makarim dan Immanuel Ebenezer Kembali Jalani Sidang Lanjutan, Agenda Pemeriksaan Saksi
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
57 Jenazah Korban Longsor Cisarua Teridentifikasi
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hasto Kristiyanto: Parliamentary Threshold Tetap Diperlukan untuk Konsolidasi Demokrasi
• 7 menit lalujpnn.com
thumb
Foto: Kencan Singkat Bersama Lepas L8, Pilihan PHEV Baru di Indonesia
• 52 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.