jpnn.com, SAMARINDA - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menggelar dialog dengan media massa usai memimpin rapat konsolidasi internal di Samarinda, Senin (2/2). Dalam kesempatan itu, Hasto membahas isu revisi UU Pemilu, program pemerintah, serta mempertegas komitmen ekologi partai melalui penyerahan bibit pohon secara simbolis.
Menanggapi pertanyaan mengenai ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold), Hasto menegaskan bahwa instrumen tersebut tetap diperlukan.
BACA JUGA: Nilai Rupiah Tertekan Dolar AS, Hasto PDIP Singgung Soliditas Pemerintah
"Parliamentary threshold tetap diperlukan dalam konsolidasi demokrasi dan meningkatkan penguatan sistem presidensial tersebut. Hanya berapa besarannya, PDI Perjuangan masih melakukan kajian," ujar Hasto didampingi Sekretaris DPD PDIP Ananda Emira Moeis dan Bendahara DPD PDIP Kaltim Edy Damansyah.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan diwarnai isu keracunan, Hasto merekomendasikan adanya pengawasan ketat terhadap mitra penyedia dan distribusi makanan. Di tingkat daerah, ia menginstruksikan kader PDIP di legislatif untuk tetap kritis dan berani memperjuangkan kebenaran, termasuk mengawal kebijakan pendidikan gratis di Kaltim agar tepat sasaran.
BACA JUGA: Ribka Tjiptaning: Perintah Megawati, PDIP Hadir dan Tangis Tertawa Bersama Rakyat
Di akhir dialog, Hasto melakukan penyerahan bibit pohon kepada perwakilan jurnalis sebagai bagian dari Gerakan Merawat Pertiwi. Ia menekankan filosofi lingkungan yang diajarkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
“Dari biji-bijian yang kecil pun, kita sebenarnya bisa menciptakan oksigen bagi kehidupan. Caranya dengan mengumpulkan biji-bijian tersebut, membiarkannya dalam suhu kamar atau atmosfer yang sesuai hingga tumbuh tunasnya. Bayangkan jika setiap orang mau menanam pohon, bahkan dimulai dari biji sisa makanan saja, kita pasti bisa menghijaukan kembali Indonesia,” papar Hasto.
Pertemuan tersebut ditutup dengan ajakan kolektif untuk menjaga bumi. "Mari bersama kita lakukan, menjaga bumi adalah tanggung jawab kolektif demi keberlangsungan sumber kehidupan," tandas Hasto. (tan/jpnn)
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga




