GenPI.co - Pelatih Kepala Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengaku timnya kesulitan membongkar pertahanan Dewa United.
Laga Persebaya Surabaya melawan Dewa United dalam lanjutan kompetisi Super League, berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (1/1).
Bernardo Tavares mengatakan hasil tersebut cukup mengecewakan, karena tim unggul jumlah pemain pada babak kedua.
“Kami hanya mendapat satu poin dan kehilangan dua poin di kandang. Artinya, kami harus kerja lebih keras,” katanya dikutip dari Antara, Senin (2/2).
Eks pelatih PSM Makassar itu menilai ada penurunan kecepatan sirkulasi bola pada babak kedua. Hal ini, membuat timnya kesulitan menembus pertahanan lawan.
“Meski unggul jumlah pemain, kami tak cukup pintar memindahkan boal dengan cepat,” tutur pelatih asal Portugal itu.
Dia pun menyinggung kinerja anak-anak asuhannya yang kurang efisien dalam membangun serangan.
“Kita sekarang bisa mengirim email dengan lebih cepat. Tetapi, para pemain berlari membawa bola seperti tukang pos,” ujarnya.
Sementara itu, Kapten Persebaya Bruno Moreira mengatakan hasil imbang ini, tak sesuai target tim.
“Kami bermain di kandang dan berharap mendapat tiga poin. tetapi, kami garus menemukan cara yang lebih baik untuk membuat gol,” ucapnya.
Hasil imbang tersebut, membuat tim berjuluk Bajul Ijo ini, berada di posisi 5 klasemen Super League dengan 32 poin. Sementara itu, Dewa United di peringkat 10 dengan 24 poin. (*)
Video seru hari ini:



