DLH Bantah Pemantau Kualitas Udara Sekitar RDH Rorotan Dimatikan

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta membantah isu yang menyebut Sistem Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di sekitar fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, dimatikan. DLH DKI menegaskan, informasi tersebut tidak benar dan alat pemantau kualitas udara tetap berfungsi.

Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan, SPKU saat ini tengah menjalani uji kolokasi atau kalibrasi lapangan untuk memastikan akurasi dan keandalan data kualitas udara serta kebauan. Proses tersebut dilakukan sebagai bagian dari tahapan teknis sebelum data ditampilkan secara penuh kepada publik.

"Tidak ada pemadaman atau penghentian pemantauan. Yang dilakukan adalah proses kalibrasi lapangan agar sensor membaca kondisi lingkungan secara tepat dan tidak menimbulkan salah tafsir terhadap data mentah," kata Asep dalam keterangan, Senin (2/2/2026).

Asep menjelaskan, uji kolokasi merupakan tahapan teknis yang lazim dilakukan pada sistem pemantauan kualitas udara, terutama pada teknologi baru. Proses ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bias sensor akibat karakter lingkungan setempat, termasuk pengaruh wilayah pesisir.

Baca juga: Pemprov DKI Tambah Alat Penetral Bau di RDF Rorotan Usai Diprotes Warga

Sejak akhir Desember 2025, DLH telah memasang delapan unit SPKU di sekitar RDF Plant Rorotan. Seluruh SPKU tersebut dilengkapi sensor pemantauan kebauan ambien dengan parameter antara lain amoniak, hidrogen sulfida, metil merkaptan, metil sulfida, dan stirena. Sistem ini menjadi yang pertama di Indonesia yang secara khusus dilengkapi sensor pengukur kebauan ambien.

Dalam proses uji kolokasi, DLH melakukan pengambilan sampel kebauan ambien secara terstandardisasi, kemudian mengujinya di laboratorium terakreditasi. Hasil laboratorium tersebut selanjutnya dibandingkan dengan data pembacaan SPKU untuk penyempurnaan sistem sebelum data ditampilkan secara penuh kepada publik.

"Data kebauan tidak bisa dibaca sebagai satu angka tunggal. SPKU berfungsi sebagai early warning system dan alat membaca tren perubahan kualitas udara dari waktu ke waktu, bukan untuk menarik kesimpulan instan," jelasnya.

Baca juga: RDF Rorotan Bau-Diprotes Lagi, Pramono Minta Operasional Dihentikan Sementara




(bel/jbr)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Detik-Detik Asap Oranye Muncul Dari Pabrik Kimia di Cilegon
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dilaporkan ke Komnas PA, Virgoun Santai Pamer Rayakan Ulang Tahun Anak Tanpa Inara Rusli
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Menhan Pastikan 4.000 ASN akan Menjadi Komcad
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Puluhan Toko di Guizhou, Tiongkok Mendadak Ditembok Saat Tengah Malam, Seorang Pedagang Terjebak di Dalam Toko
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Inflasi Tahunan RI Tembus 3,55% di Januari, Kena Efek Diskon Listrik!
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.