Puluhan Toko di Guizhou, Tiongkok Mendadak Ditembok Saat Tengah Malam, Seorang Pedagang Terjebak di Dalam Toko

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

Baru-baru ini, sebuah peristiwa ganjil terjadi di Kota Bijie, Guizhou. Belasan toko yang menghadap jalan raya mendadak ditutup rapat dengan tembok bata dalam semalam. Bahkan, seorang pedagang yang sedang menyiapkan bahan makanan pada dini hari dilaporkan terjebak di dalam tokonya. Peristiwa ini memicu kecaman luas dari publik. Keesokan harinya, tembok tersebut dengan cepat dibongkar, namun tanggapan resmi dari pihak berwenang setempat dinilai kabur dan tidak memadai.

EtIndonesia. Sejumlah media daratan Tiongkok melaporkan pada 31 Januari bahwa pada 29 Januari malam, lebih dari sepuluh toko di Gedung A, Kompleks Sanjiang City Garden, Distrik Qixingguan, Kota Bijie, ditutup dengan tembok bata oleh pihak tak dikenal. Seluruh proses dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga para pemilik toko baru menyadari kejadian itu keesokan paginya. Yang lebih mengejutkan, seorang pedagang restoran yang tiba di toko sekitar pukul 05.00 pagi untuk menyiapkan bahan makanan mendapati dirinya telah terkurung di dalam toko.

Salah satu pedagang yang terdampak mengatakan kepada media daratan bahwa rekaman kamera pengawas menunjukkan sekitar pukul 23.00 pada 29 Januari, sekelompok orang mengangkut bata dan menutup pintu toko. Lebih dari sepuluh toko terdampak dan terpaksa menghentikan operasional selama sehari pada 30 Januari.

Menanggapi hal tersebut, staf Kantor Kelurahan Shixi, Distrik Qixingguan, mengkonfirmasi bahwa kejadian itu memang terjadi, namun menyatakan bahwa “penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan.”

Sebelumnya, sejumlah warganet setempat mengunggah video yang memperlihatkan sebuah tembok bata berwarna abu-abu yang sepenuhnya menutup deretan toko di pinggir jalan. Hanya bagian atas tembok yang masih memperlihatkan papan nama toko, seperti “Yishu Pharmacy”. Menurut keterangan warganet, bangunan tersebut awalnya merupakan struktur terpadu dengan “pusat perbelanjaan di lantai satu dan supermarket di lantai dua”, yang kemudian direnovasi dan dipisah menjadi kios-kios kecil untuk disewakan.

(Video tangkapan layar internet)

Video tersebut dengan cepat menyebar di internet dan memicu perbincangan panas di kalangan netizen. Beberapa komentar diantaranya berbunyi:

Seiring meningkatnya tekanan opini publik, pada 31 Januari tembok tersebut segera dibongkar. Pihak Kantor Kelurahan Shixi kemudian menyatakan bahwa kejadian ini “berkaitan dengan renovasi jaringan pipa lama. Kontraktor, demi melindungi pipa gas, menutup area tersebut secara darurat pada malam hari tanpa pemberitahuan, sehingga terjadi kesalahan komunikasi.”

Penjelasan ini justru memicu lebih banyak keraguan dari publik. Banyak warganet menilai alasan tersebut “sama sekali tidak masuk akal. Pasalnya, perlindungan pipa gas memiliki banyak metode yang sesuai aturan, seperti pagar pembatas, rambu peringatan, tanda larangan masuk, atau perlindungan parsial. Tidak ada satu pun yang mengharuskan menutup rapat seluruh pintu toko dengan tembok bata, apalagi melakukannya diam-diam pada tengah malam tanpa pengumuman atau pemberitahuan kepada pedagang dan pengelola properti.”

Ada pula yang menilai, “Ini upaya menutupi tindakan kasar dengan logika yang tidak masuk akal dan sulit diterima publik. Apa pun latar belakangnya—entah sengketa hak kepemilikan, konflik konstruksi, atau masalah manajemen—menutup toko dengan tembok pada tengah malam adalah pelanggaran hukum dan hak milik yang terang-terangan. Tanpa pemberitahuan, tanpa dengar pendapat, tanpa rencana darurat. Bertindak dulu, baru minta maaf setelah opini publik meledak. Ini contoh khas ‘melanggar hukum dulu, memadamkan api belakangan’.”

(Tangkapan layar internet)

Seorang warganet lain menyindir dengan nada satir :  “Peristiwa aneh memang banyak, tapi tidak ada yang seaneh ini! Keanehan pertama: ada yang berani menutup pintu toko orang. Kedua: tembok dibangun sangat cepat, pasti operasi besar-besaran. Ketiga: yang ditutup bahkan tidak tahu kenapa mereka ditutup. Keempat: polisi juga tampak kebingungan. Kelima: tembok bisa dibongkar begitu saja dalam satu hari, lalu semuanya kembali tenang. Coba kalian bilang, aneh atau tidak?”

Kebetulan, pada Mei tahun lalu, sebuah toko jajanan gorengan di Jimo, Qingdao, Provinsi Shandong, juga pernah mengalami kejadian serupa—pintu tokonya ditembok oleh orang tak dikenal—yang saat itu juga memicu perhatian luas publik. (Hui)

Laporan kompilasi oleh reporter Li Li / Editor Li Qian 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru, Fokuskan Ramp Check Angkutan Umum
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Propam Pastikan Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Pedagang Es Gabus, Aiptu Ikhwan Tetap Jalani Pembinaan
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Camat Rappocini Aminuddin Turun Langsung Pantau Penertiban Lapak PKL di Kompleks Permata Sari Makassar
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Usai Dituding Mengintimidasi Ressa Rizky, Iis Dahlia Berikan Klarifikasi: Bukan untuk Menggeruduk atau Meneror
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Hashim sebut PKP merupakan kementerian strategis
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.