Saham Emiten EMAS Masih Atraktif di Tengah Koreksi Harga Emas Global

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) diuntungkan oleh koreksi harga emas global. Harga saham emiten tambang emas ini masih mencerminkan asumsi konservatif terhadap harga emas, sementara realisasi harga emas global berada di atas asumsi tersebut.

GM Corporate Communication Merdeka Copper Gold, Tom Malik, mengatakan EMAS akan segera memasuki fase produksi melalui proyek emas Pani. Proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan lebih dari 90 ribu ons emas per tahun pada tahap awal produksi.

Dari sisi biaya, EMAS memiliki struktur biaya yang kompetitif sehingga kinerja operasional perusahaan relatif lebih tahan terhadap fluktuasi harga emas.

“Dengan sensitivitas yang tinggi terhadap pergerakan harga emas global, perbaikan sentimen pasar berpotensi berdampak langsung pada kinerja saham EMAS,” kata Tom dalam keterangannya, Senin, 2 Februari 2026. Pelemahan emas jangka pendek Tom menegaskan pelemahan harga emas saat ini bersifat koreksi jangka pendek dan tidak mencerminkan perubahan tren utama. Menurut dia, prospek harga emas masih kuat seiring tingginya permintaan di tengah ketidakpastian global.

Ia menilai koreksi harga emas bersifat sementara. Emiten tambang EMAS masih memiliki prospek positif seiring tren harga emas jangka menengah hingga panjang yang tetap berada di level tinggi.
 

Baca Juga :

Melejit Rp167 Ribu, Emas Antam Tembus Rp3 Juta/Gram Lagi

Sebelumnya, harga emas global dalam beberapa hari terakhir mengalami koreksi jangka pendek setelah reli kuat sebelumnya. Namun, koreksi ini tidak mengubah pandangan struktural terhadap emas, yang masih diproyeksikan berada pada level tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam laporan terbarunya, Goldman Sachs menegaskan penurunan jangka pendek emas bersifat teknikal dan volatilitas jangka pendek. Sementara faktor utama pendukung harga emas tetap utuh. 

Permintaan dari bank sentral, lindung nilai terhadap risiko kebijakan global, serta minat investor institusional dinilai bersifat “sticky” dan tidak mudah berbalik arah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku di Awal Pekan Senin 2 Februari 2026
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Danantara Belanja Besar-besaran di Pasar Modal, Pandu: Besok Jam 9 Pagi Kita Aktif di Pasar
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Musim Dingin Mematikan Landa Gaza, 11 Anak Dilaporkan Meninggal
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Stafsus Presiden & Telkom Kick Off Penyaluran Air Bersih di Majalengka
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Leo/Bagas Juara Thailand Masters 2026 Usai Kalahkan Raymond/Joaquin Dua Game Langsung
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.