jpnn.com, JAWA TIMUR - Provinsi Jawa Timur mencatatkan kinerja pelayanan publik terbaik nasional pada 2025 dengan skor 4,75 dari skala 5 berdasarkan penilaian Kementerian PANRB.
Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kerja bersama lintas sektor, mulai dari perencanaan hingga pelayanan langsung kepada masyarakat.
BACA JUGA: Bu Khofifah Bangga Jatim Tertinggi Pengangkatan PPPK Guru
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemprov Jatim dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter melalui program Jatim Cerdas.
Salah satu langkah strategis yang diperkuat adalah menyiapkan Jawa Timur sebagai lumbung Talent DNA nasional.
“Pelayanan publik yang berkualitas berangkat dari SDM yang tepat di posisi yang tepat. Karena itu, Jatim Cerdas tidak hanya memastikan akses pendidikan, tetapi juga pengembangan potensi setiap anak,” ujar Khofifah saat pelantikan pengurus DPD BMPS kabupaten/kota se-Jawa Timur masa bakti 2025–2030 di Surabaya, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Khofifah, pembangunan pendidikan di Jawa Timur kini diarahkan secara lebih sistematis melalui pemetaan potensi peserta didik sejak dini.
Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng ESQ Corp melalui metode Talent DNA ESQ yang dipandu pendirinya, Ary Ginanjar Agustian.
Metode tersebut memungkinkan pemetaan bakat anak secara terukur dan presisi di berbagai bidang, mulai dari pertanian, kehutanan, peternakan, teknologi, desain, sosial, budaya, hingga sektor masa depan lainnya.
“Kami tidak ingin satu pun anak kehilangan potensi efektifnya. Dengan pemetaan Talent DNA, setiap anak diharapkan memiliki arah dan peluang untuk menguasai masa depannya,” tegas Khofifah.
Selain pengembangan Talent DNA, Pemprov Jawa Timur juga memperkuat talenta digital melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Hingga kini, sebanyak 2.600 tenaga pendidik telah mengikuti pelatihan pengembangan talenta digital, khususnya di bidang kecerdasan buatan, guna memperkuat posisi Jawa Timur sebagai lumbung talenta nasional. (jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh



