Akibat terjangan badai musim dingin Kristin, Portugal telah mencatat sedikitnya 5 korban jiwa, dan hingga kini masih terdapat lebih dari 190.000 rumah tangga tanpa aliran listrik. Institut Kelautan dan Atmosfer Nasional Portugal (IPMA) telah mengeluarkan peringatan untuk seluruh wilayah negara tersebut, memperingatkan bahwa hingga 2 Februari akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang dengan kecepatan hingga 100 kilometer per jam. Otoritas setempat kembali meningkatkan kesiapsiagaan hari ini.
EtIndonesia. Menurut laporan AFP, badai musim dingin Kristin menghantam wilayah tengah dan utara Portugal pada 27 Januari larut malam, membawa angin berkekuatan setara badai topan, menyebabkan banjir, kerusakan properti, serta gangguan transportasi. Sekitar 5.800 pohon tumbang di seluruh negeri.
Karena permukaan air sungai sudah tinggi dan tanah terlalu jenuh oleh air, badan perlindungan sipil Portugal memperingatkan bahwa gelombang hujan berikutnya berpotensi memicu banjir bandang di kawasan perkotaan, serta dapat menyebabkan longsor dan runtuhan batu.
Perdana Menteri Portugal, Luís Montenegro, pada 29 Januari telah menetapkan status “keadaan bencana” bagi wilayah yang terdampak paling parah.
Status ini berada satu tingkat di bawah keadaan darurat, dan memberi wewenang kepada instansi terkait untuk melaksanakan langkah-langkah keselamatan serta mengoordinasikan operasi penyelamatan. Pemerintah juga akan menggelar rapat kabinet pada 1 Februari untuk membahas rencana rekonstruksi wilayah terdampak dan langkah menghadapi gelombang hujan berikutnya.
Perusahaan listrik E-Redes menyatakan bahwa hingga 31 Januari sore, sekitar 198.000 rumah tangga di seluruh Portugal masih mengalami pemadaman listrik, terutama terkonsentrasi di wilayah Leiria, Portugal bagian tengah. (Hui)




